Tuesday, 15 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Keuangan INKA Disorot, Rugi Rp677 Miliar dan Utang Rp4,7 Triliun

15 September 2026 17:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
Keuangan INKA Disorot, Rugi Rp677 Miliar dan Utang Rp4,7 Triliun
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

(Persero) atau INKA mendapat sorotan tajam setelah mencatat kerugian hingga Rp677 miliar dan memiliki utang yang dinilai tidak berkelanjutan atau unsustainable loan sebesar Rp4,7 triliun.

Kepala Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria, menilai kondisi keuangan tersebut menunjukkan kinerja INKA masih jauh dari ideal.

Dony mempertanyakan bagaimana perusahaan manufaktur yang memiliki pasar dan kebutuhan produk yang jelas justru mengalami kerugian dalam jumlah besar. Menurutnya, persoalan utang juga perlu dilihat secara menyeluruh agar diketahui penyebab dan kemampuan perusahaan dalam menopangnya.

"Jadi menurut saya, INKA ini tidak dalam kondisi yang baik-baik saja. Kan aneh, Pak, masa kita rugi Rp677 miliar. Orang perusahaan manufaktur, kemudian juga jelas yang diservisnya siapa. Rugi, terus ada unsustain loan Rp4,7 triliun itu lawannya apa dulu," kata Dony, dikutip dari unggahan Instagram @bumn_id, Selasa (15/9/2026).

Menurut Dony, perbaikan INKA tidak cukup hanya dilakukan melalui pembenahan keuangan. Perseroan harus memperkuat tata kelola, menyusun perencanaan bisnis yang matang, serta melakukan benchmark terhadap perusahaan dan praktik terbaik di industri sejenis.

Ia memastikan seluruh jajaran INKA harus memiliki komitmen yang sama dalam menjalankan perubahan. Transformasi yang didorong BP BUMN mencakup model bisnis, tata kelola, budaya kerja, kualitas produksi hingga sistem operasional perusahaan.

Dari berbagai aspek tersebut, Dony menempatkan peningkatan kualitas produksi sebagai salah satu prioritas. INKA juga diminta segera menyusun grand plan transformasi sebagai acuan untuk mengembalikan kinerja perusahaan sekaligus memperkuat posisi industri kereta api nasional.

"Kita butuh INKA ini, butuh buat apa? Untuk employment, untuk industrialisasi. Industrialisasi kereta api. Karena saya maunya itu, ya, kayak tadi kan presiden maunya industri kereta api kita ini betul-betul maju," tegasnya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari