Wednesday, 05 August 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Kerap Terjadi Kecelakaan, Warga Desak Pasang Lampu Lalu Lintas di Simpang Tiga Sekincau

05 August 2026 11:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 1 kali
Bagikan:
Kerap Terjadi Kecelakaan, Warga Desak Pasang Lampu Lalu Lintas di Simpang Tiga Sekincau
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Kecelakaan lalu lintas yang kembali terjadi di Simpang Tiga Kelurahan Sekincau menuju Pekon Waspada, Kabupaten Lampung Barat, membuat warga mendesak pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Warga menilai pemasangan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) atau lampu lalu lintas menjadi kebutuhan mendesak di persimpangan tersebut. Keberadaan lampu pengatur lalu lintas dinilai dapat membantu mengatur kendaraan dari berbagai arah sekaligus mengurangi potensi terjadinya kecelakaan.

Persimpangan tersebut berada di ruas Jalan Nasional yang menjadi salah satu jalur utama aktivitas masyarakat di wilayah Kecamatan Sekincau. Tingginya mobilitas kendaraan yang melintas membuat titik pertemuan antara jalan utama dan akses menuju Pekon Waspada dinilai semakin membutuhkan sistem pengaturan lalu lintas yang memadai.

Kondisi di lokasi menjadi semakin berisiko karena kendaraan dari arah Pekon Waspada harus berpapasan dengan arus kendaraan yang melaju di jalan utama. Perbedaan arus kendaraan dari berbagai arah tersebut membuat pengendara harus lebih berhati-hati ketika hendak menyeberang maupun masuk ke ruas jalan nasional.

Risiko kecelakaan dinilai meningkat pada jam-jam sibuk, terutama pada pagi dan siang hari. Pada waktu tersebut, aktivitas masyarakat dan pelajar cukup tinggi sehingga jumlah kendaraan yang melintas di kawasan persimpangan ikut meningkat.

Dalam beberapa hari terakhir, sedikitnya dua kecelakaan dilaporkan terjadi di lokasi tersebut. Peristiwa kecelakaan itu bahkan terekam kamera CCTV milik warga sehingga kembali menjadi perhatian masyarakat terhadap kondisi keselamatan di persimpangan tersebut.

Kecelakaan yang kembali terjadi membuat warga mempertanyakan langkah antisipasi yang perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terus berulang. Bagi warga, persoalan di simpang tersebut bukan hanya berkaitan dengan kecelakaan yang sudah terjadi, tetapi juga menyangkut potensi kecelakaan berikutnya apabila tidak segera ada penanganan.

Salah seorang warga, Sahroni, menyebutkan pemasangan lampu lalu lintas sudah menjadi kebutuhan yang mendesak. Menurutnya, volume kendaraan yang melintas di kawasan tersebut terus meningkat dari waktu ke waktu sehingga diperlukan sistem pengaturan yang dapat memberikan kesempatan kendaraan dari setiap arah untuk melintas secara aman.

"Arus kendaraan di simpang ini sangat padat. Selain masyarakat sekitar, jalur ini juga menjadi akses utama bagi warga dari beberapa pekon di wilayah pedalaman Sekincau. Sudah saatnya dipasang lampu merah agar pengendara memiliki kesempatan melintas dengan aman," ujar Sahroni, Rabu (5/8/26).

Menurut Sahroni, ketiadaan APILL membuat pengendara dari berbagai arah harus menentukan sendiri kapan waktu yang tepat untuk melintas. Dalam kondisi arus kendaraan yang padat, situasi tersebut berpotensi menimbulkan konflik antara kendaraan yang hendak masuk, keluar, maupun melintas di jalan utama.

Ia menilai pengendara sepeda motor menjadi salah satu pengguna jalan yang perlu mendapat perhatian karena lebih rentan apabila terjadi benturan dengan kendaraan lain. Terlebih, kondisi persimpangan yang ramai membuat pengendara harus meningkatkan kewaspadaan ketika hendak melintas.

Warga memiliki harapan persoalan tersebut tidak hanya menjadi perhatian setelah terjadi kecelakaan. Mereka meminta adanya langkah pencegahan melalui kajian dan penataan lalu lintas sehingga potensi kecelakaan dapat ditekan sebelum kembali menimbulkan korban.

Untuk itu, warga mendorong pemerintah daerah bersama Balai Pelaksana Jalan Nasional, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait melakukan kajian teknis terhadap kondisi Simpang Tiga Sekincau menuju Pekon Waspada. Kajian tersebut diharapkan dapat menentukan bentuk pengaturan lalu lintas yang paling tepat sesuai kondisi dan volume kendaraan di lokasi.

Menurut warga, keselamatan pengguna jalan harus menjadi pertimbangan utama dalam penanganan persimpangan tersebut. Pemasangan APILL diharapkan tidak hanya menjadi respons terhadap kecelakaan yang telah terjadi, tetapi menjadi langkah antisipatif untuk mencegah kecelakaan berikutnya.

"Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas. Kami memiliki harapan ada langkah nyata secepatnya agar kecelakaan tidak terus berulang dan tidak lagi memakan korban," tutup Sahroni. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari