BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax berdampak pada meningkatnya konsumsi Pertalite di Provinsi Lampung. PT Pertamina Patra Niaga mencatat penggunaan Pertalite naik sekitar 10 persen dibandingkan periode sebelum penyesuaian harga Pertamax.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan tersebut, Pertamina menambah pasokan Pertalite sebanyak 100 hingga 200 kiloliter (KL) per hari ke beragam SPBU di Lampung.
Sales Branch Manager (SBM) Lampung II Fuel PT Pertamina Patra Niaga, Reiner Bontong, menjelaskan tren peningkatan konsumsi Pertalite mulai terlihat setelah harga Pertamax mengalami penyesuaian.
“Untuk konsumsi Pertalite sendiri kami bandingkan dengan sebelum harga naik. Hingga 10 Juni memang ada peningkatan sekitar 10 persen,” kata Reiner, Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, tambahan pasokan dilakukan sebagai langkah antisipatif agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan tidak terjadi gangguan distribusi maupun kekosongan stok di SPBU.
“Untuk penyaluran, kami sudah menuturkan lebih lanjut sekitar 100 sampai 200 kiloliter per hari guna mengantisipasi kenaikan permintaan Pertalite di seluruh SPBU Provinsi Lampung,” ujarnya.
Meski konsumsi meningkat, Pertamina memastikan belum menerapkan pembatasan pembelian Pertalite. Distribusi BBM bersubsidi masih berjalan normal dengan kondisi stok yang dinilai aman.
“Sejauh ini tidak ada pembatasan pembelian. Untuk penyesuaian harga tentunya kami mengikuti kebijakan pemerintah pusat, begitu juga jika ada perubahan harga berikutnya,” jelasnya.
Sebelumnya, Pertamina juga telah menambah pasokan Bio Solar sebanyak 200 hingga 300 KL per hari menyusul tingginya konsumsi dan antrean kendaraan di beragam SPBU di Lampung.
Dengan penambahan pasokan tersebut, Pertamina mengharapkan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi dan distribusi BBM di seluruh wilayah Lampung dapat berjalan lancar meski permintaan mengalami peningkatan.