BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
BANDAR LAMPUNG- Akademisi Universitas Bandar Lampung (UBL), Riza Muhida, S.T., M.Eng., Ph.D., mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional. Ia berhasil meraih penghargaan Excellence Leadership in Agriculture Digital Technology Innovation pada ajang INAGRITECH 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Forum Sinergi Inovasi Industri (FSII) sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan, dedikasi, serta kontribusi aktif Riza dalam mengintegrasikan teknologi digital untuk modernisasi sektor pertanian.
Untuk diketahui, FSII dibentuk oleh Tender Indonesia sejak tahun 2020 sebagai wadah kolaborasi yang mempertemukan akademisi, peneliti, pelaku dunia usaha, hingga pemerintah guna mendorong lahirnya inovasi berkelanjutan.
Pada gelaran INAGRITECH 2026 yang mengusung tema "Peningkatan Produksi Pangan dan Energi Melalui Inovasi Pertanian Modern", penghargaan diberikan khusus kepada figur-figur yang dinilai konsisten dalam pengembangan teknologi serta sumber daya manusia (SDM) di sektor strategis.
Riza terpilih setelah melewati serangkaian proses observasi dan penilaian ketat dari tim penilai independen. Penyerahan penghargaan ini disaksikan langsung oleh para pemangku kepentingan industri, mulai dari perwakilan pemerintah, asosiasi, kontraktor, konsultan, produsen teknologi pertanian, hingga kalangan akademisi nasional.
Dorong Pertanian Presisi Berbasis AI dan IoT
Di lingkungan civitas akademika UBL, Riza dikenal sangat aktif memimpin berbagai riset terapan di bidang mekatronika, robotika, otomasi, sistem cerdas, dan transformasi digital.
Keahlian ini amat relevan dengan arah perkembangan pertanian modern yang kini bertransformasi menuju sistem presisi.
Pemanfaatan teknologi canggih seperti sensor lahan, Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), serta otomasi sistem menjadi kunci utama dalam mendongkrak efisiensi dan produktivitas hasil pertanian.
Riza menggarisbawahi bahwa masa depan ketahanan pangan sangat bergantung pada kemampuan mengadaptasi teknologi dengan realitas kebutuhan di lapangan.
"Pertanian masa depan tidak hanya berbicara tentang peningkatan produksi semata, tetapi juga bagaimana teknologi mampu membuat proses menjadi lebih presisi, efisien, terukur, dan berkelanjutan. Tantangannya adalah memastikan inovasi yang dikembangkan tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan oleh petani maupun industri," ujar Riza, Minggu (2/8/2026).
Ia menambahkan keterangan, perguruan tinggi memegang peran kunci dalam memacu percepatan transformasi tersebut melalui riset terapan dan kolaborasi erat bersama pemerintah serta dunia industri. Menurutnya, inovasi riset harus mampu melampaui fase prototipe dan publikasi ilmiah hingga memberi dampak nyata bagi masyarakat luas.
Apresiasi Rektor UBL
Merespons capaian tersebut, Rektor UBL Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, MBA, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa peneliti dari kampus daerah di Lampung memiliki kapasitas mumpuni dalam agenda inovasi nasional.
"Penghargaan ini bukan hanya pengakuan terhadap kompetensi individu Dr. Riza, tetapi juga menunjukkan bahwa UBL terus berkontribusi pada agenda inovasi nasional. UBL berkomitmen membangun ekosistem pendidikan tinggi yang menghubungkan pendidikan, penelitian, inovasi, industri, dan kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi lintas sektor, hasil riset diharapkan dapat diimplementasikan untuk mendukung pembangunan daerah nasional,” kata Prof. Yusuf
Pencapaian ini sekaligus memperkuat komitmen Universitas Bandar Lampung (UBL) dalam menghadirkan inovasi berbasis teknologi yang berdampak pada ketahanan pangan, energi, dan pengembangan SDM. Dari Lampung, UBL membuktikan bahwa perguruan tinggi daerah siap bersaing dan berkontribusi langsung bagi kemajuan Indonesia.