Thursday, 17 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Ajak Maba PKKMB 2026 Bangun Literasi Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial

17 September 2026 14:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Ajak Maba PKKMB 2026 Bangun Literasi Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Universitas Teknokrat Indonesia, ASEAN's Best Private University dan Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Indonesia, kembali menekankan komitmennya sebagai kampus pelopor transformasi digital dalam rangkaian Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Umum Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. Sampurna Dadi Riskiono, S.Kom., M.Eng., yang juga dikenal sebagai salah satu Dosen Terbaik dan pakar transformasi digital, tampil membawakan materi utama bertajuk "Membangun Literasi Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial untuk Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat" di hadapan ribuan mahasiswa baru.

Materi ini menjadi bagian dari komitmen Teknokrat mendukung program DIKTISAINTEK Berdampak, serta visi Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., dalam mencetak lulusan yang tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi menjadi pemecah masalah dan inovator di era kecerdasan buatan (AI).

Rektor: Teknokrat Harus Jadi Kampus Pencetak Inovator, Bukan Sekadar Pengguna Teknologi

Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H.M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., dalam arahannya menekankan bahwa sebagai kampus terbaik, Universitas Teknokrat Indonesia wajib membekali mahasiswa dengan literasi digital dan AI sejak hari pertama kuliah.

"PKKMB bukan hanya seremonial. Ini adalah gerbang awal untuk membentuk karakter mahasiswa Teknokrat yang unggul, berdaya saing global, dan siap menjadi inovator. Di kampus terbaik ini, kami tidak mendidik mahasiswa untuk hanya menjadi pengguna, tetapi menjadi pencipta solusi. Literasi transformasi digital dan AI adalah kunci agar mahasiswa kami mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia," tegas Rektor Nasrullah Yusuf.

Menurut Rektor, prestasi Teknokrat sebagai ASEAN's Best Private University harus sejalan dengan kualitas dosen terbaik dan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan AI.

Dunia Berubah Cepat, AI Harus Dipahami, Bukan Ditakuti

Dalam paparannya, Dr. Sampurna menekankan bahwa kuliah di era digital bukan hanya soal menguasai materi, melainkan kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, berkolaborasi, dan mencipta.

Ia menjelaskan AI kini telah hadir membantu mahasiswa mencari ide, menjelaskan konsep, membuat rancangan, menganalisis data, hingga menghasilkan konten. Namun risiko tetap nyata: informasi salah (halusinasi AI), plagiarisme, kebocoran data, bias, hingga deepfake.

"Transformasi digital bukan sekadar pindah dari manual ke aplikasi. Ada empat tahapan: digitalisasi, transformasi digital, literasi digital, dan literasi AI. Literasi AI berarti memahami kemampuan dan keterbatasan AI, mampu memberi instruksi yang tepat, memeriksa hasil, dan menggunakannya secara etis," jelasnya.

Lima Kompetensi dan Rumus Prompt K-T-F-B-V

Sebagai dosen terbaik di bidang kepakaran AI dan transformasi digital, Dr. Sampurna menguraikan lima kompetensi AI yang wajib dibangun mahasiswa sejak semester satu: Memahami, Mengarahkan, Memverifikasi, Menggunakan secara Etis, dan Mencipta.

Ia juga membagikan rumus sederhana menyusun perintah (prompt) yang efektif: K-T-F-B-V: Konteks, Tugas, Format, Batasan, dan Verifikasi.

"Jangan hanya menjadi pengguna teknologi, jadilah pemecah masalah dengan teknologi. AI adalah co-pilot, bukan autopilot. AI boleh membantu brainstorming dan analisis, tapi keputusan akhir, penilaian, dan tanggung jawab tetap di tangan manusia," tegasnya.

Dari Mahasiswa Menuju Problem Solver dan Inovator

Dr. Sampurna memproyeksikan pemanfaatan AI dalam kehidupan kampus terbaik ini, mulai dari membantu belajar, riset, kreativitas, organisasi, karier, hingga pengabdian kepada masyarakat, seperti proyek "AI untuk UMKM dan Desa" untuk membantu pelaku UMKM membuat katalog, materi promosi, hingga dashboard usaha.

Ia mendorong mahasiswa baru untuk naik level: dari pengguna AI menjadi problem solver, hingga menjadi inovator yang mencipta, menguji, berkolaborasi, dan memberi dampak.

Ia menutup dengan lima prinsip mahasiswa Teknokrat di era AI: Curious, Critical, Creative, Ethical, dan Impactful.

"Jangan takut pada AI. Takutlah jika kita berhenti belajar. Belajar dengan AI. Berpikir bersama AI. Tetapi tetap menjadi manusia yang menentukan," pungkasnya, disambut antusias ribuan mahasiswa baru.

Dukungan Terhadap SDGs

acara ini merupakan implementasi nyata komitmen Universitas Teknokrat Indonesia sebagai kampus terbaik dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs):

SDG 4: Pendidikan Berkualitas – Membekali mahasiswa baru dengan literasi digital dan AI untuk pembelajaran yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing global.

SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi – Menyiapkan lulusan yang mampu menciptakan lapangan kerja berbasis inovasi digital dan pemberdayaan UMKM.

SDG 9: Industri, Inovasi dan Infrastruktur – Mendorong inovasi teknologi sebagai fondasi penguatan industri dan infrastruktur digital nasional.

SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan – Mendukung program DIKTISAINTEK Berdampak melalui kolaborasi pentahelix antara kampus, pemerintah, industri, dan masyarakat.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari