BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
mulai kebingunan. Pasalnya lahan sawah milik mereka terancam gagal tanam lantaran mengalami kekeringan.
Mirisnya lagi puluhan hektare sawah yang terancam gagal tanam justru berada di komplek Perkantoran Pemkab Pringsewu.
"70 hektar sawah di belakang kantor bupati kering klontang, selama ini tidak mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah padahal di lingkungan Pemda Kabupaten Pringsewu," ujar Sumarno warga Pekon Klaten, Kamis (27/8/2026).
Wahyu, petani lainnya mengaku jika selama ini Pemerintah Daerah kurang memperhatikan nasib mereka. Hal itu dibuktikan sampai saat ini belum ada akses jalan usaha tani yang memadai.
"Kami petani memiliki harapan ada bantuan sumur bor tenaga surya dari Pemerintah agar sawah tersebut bisa kami garap," kata Wahyu.
Ia juga mengungkapkan jika akses jalan pendidikan sepanjang 2 Km dari Pekon Klaten menuju Pekon Bulurejo mengalami kerusakan selama 15 tahun tanpa adanya perbaikan.
Menurutnya, selain akses pendidikan menuju SMK N 1 Gadingrejo, jalan tersebut juga akses penunjang usaha tani dan perekonomian.
"Kasiahan anak sekolah kalau musim kemarau seperti saat ini jalannya berdebu kalau musim hujan penuh lumpur," terangnya.
Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Pringsewu, Anton Subagiyo mendorong dinas terkait untuk mengatasi lahan sawah yang mengalami kekeringan.
"Sumur bor adalah solusi terbaik, kalau menyedot air dari kali way sekampung jaraknya lumayan jauh, itu butuh biaya besar," kata Anton.
Ia juga mengingatkan pentingnya akses jalan usaha tani dan normalisasi saluran irigasi sebagai penunjang keberlangsungan program ketahanan pangan.