Tuesday, 21 July 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Kecewa Tak Kunjung Diperbaiki Pemerintah, Warga Sribawono Lampung Timur Swadaya Cor Jalan 4 Km

20 July 2026 14:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Kecewa Tak Kunjung Diperbaiki Pemerintah, Warga Sribawono Lampung Timur Swadaya Cor Jalan 4 Km
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Lantaran kecewa menunggu terlalu lama tak kunjung diperbaiki pemerintah, warga Dusun 15 dan Dusun 16, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sribawono, Lampung Timur, memilih membangun sendiri jalan lingkungan.

Dengan mengandalkan dana swadaya, masyarakat bergotong royong mengecor jalan sepanjang sekitar 4 kilometer. Dana infrastruktur dan pengembangan dikumpulkan dari iuran sukarela warga. Setiap kepala keluarga menyumbang mulai Rp100 ribu hingga Rp250 ribu sesuai kemampuan masing-masing.

Tokoh masyarakat Dusun 15, Rahmat Suwondo, mengungkapkan infrastruktur dan pengembangan tersebut merupakan inisiatif para pemuda yang diprakarsai Garda Ngogosari dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

"Ini murni inisiatif pemuda Dusun 15 yang diprakarsai Garda Ngogosari dan didukung masyarakat. Setiap musyawarah saya selalu sampaikan, ini murni keikhlasan warga untuk membangun lingkungan yang lebih baik," kata Rahmat, dikutip Detikcom, Minggu (19/7/2026).

Rahmat menjelaskan, dari target infrastruktur dan pengembangan jalan sepanjang sekitar 4 kilometer, sebanyak 2 kilometer telah selesai dicor. Sementara sisa jalan akan dikerjakan secara bertahap mengikuti kemampuan penggalangan dana warga.

Menurutnya, keputusan membangun jalan secara mandiri diambil karena warga sudah terlalu lama menantikan perbaikan akses tersebut.

"Masyarakat sangat mengimpikan jalan ini bagus. Karena mungkin menunggu cukup lama, akhirnya muncul inisiatif untuk melakukan pengecoran secara swadaya," ujarnya.

Senada dengan itu, warga setempat, Sariman, mengungkapkan seluruh biaya infrastruktur dan pengembangan berasal dari hasil gotong royong masyarakat yang tinggal di sepanjang ruas jalan.

"Ini murni dari masyarakat, gotong royong. Setiap rumah ikut berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing. Yang terpenting kami punya semangat yang sama, yakni ingin memiliki jalan yang lebih baik," kata Sariman.

Ia melanjutkan, warga sepakat tidak ingin terus menunggu hingga kondisi jalan semakin rusak. Karena itu, mereka memilih mengumpulkan dana secara swadaya agar infrastruktur dan pengembangan bisa segera dilakukan.

"Ya karena warga ingin jalannya bagus. Jadi kami bangun bersama-sama," pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari