BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
(Damkarmat) mencatat sebanyak 59 peristiwa kebakaran terjadi di Kabupaten Lampung Selatan selama Januari hingga Juli 2026.
Memasuki musim kemarau, ancaman kebakaran lahan turut meningkat karena kondisi cuaca yang panas dan kering.
Kepala Damkarmat Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Ia meminta warga tidak membakar sampah sembarangan maupun membuka lahan dengan cara membakar karena api dapat dengan cepat menjalar.
"Musim kemarau menjadi momentum yang perlu diwaspadai bersama. Kami meminta masyarakat tidak membakar sampah ataupun membuka lahan dengan cara dibakar karena api sangat mudah menyebar," kata Rully, Selasa (21/7/2026).
Berdasarkan catatan Damkarmat, dari 59 kejadian tersebut, kebakaran rumah menjadi kasus terbanyak dengan 30 peristiwa.
Selanjutnya, terdapat tujuh kejadian kebakaran lahan dan lima kasus kebakaran mobil bus.
Petugas juga menangani kebakaran di sebagian objek lain, seperti gudang kopra, gudang minyak, rumah makan, ruko, hingga rumah warga yang tersambar petir.
Rully menilai sebagian besar kebakaran berpotensi dipicu kelalaian manusia. Ia mengingatkan warga agar tidak meremehkan api sekecil apa pun, terutama saat cuaca panas dan angin kencang karena kondisi tersebut dapat membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Masyarakat juga diminta segera melapor jika menemukan titik api agar petugas dapat melakukan penanganan sedini mungkin.
Sementara itu, Kecamatan Kalianda menjadi wilayah dengan kejadian kebakaran terbanyak, yakni sembilan kasus. Disusul Natar dan Jati Agung masing-masing delapan kejadian serta Tanjung Bintang sebanyak tujuh kejadian.
Damkarmat juga mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kepedulian dan bersama-sama mencegah kebakaran, terutama selama musim kemarau yang masih berlangsung.