BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
1447 Hijriah, aktivitas penjual hewan kurban mulai ramai terlihat di beberapa titik di Kota Bandar Lampung.
Lapak-lapak kambing musiman berjajar di beberapa jalan utama kota dengan menawarkan berbagai jenis kambing kurban kepada masyarakat.
Namun di balik ramainya lapak penjualan tersebut, para pedagang justru mengeluhkan turunnya minat masyarakat untuk membeli hewan kurban tahun ini.
Kondisi ekonomi yang dinilai belum sepenuhnya stabil disebut menjadi salah satu penyebab lesunya penjualan kambing kurban di Bandar Lampung.
Sejak dua pekan terakhir, para pedagang mengaku penjualan kambing mengalami penurunan cukup drastis dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika pada Idul Adha tahun lalu mereka mampu menjual hingga 60 sampai 80 ekor kambing, kini jumlah penjualan hanya berkisar 20 hingga 30 ekor saja.
Berbagai jenis kambing dijual di lapak-lapak tersebut, mulai dari kambing Jawarandu, Boer hingga Shanen. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp2 juta hingga Rp6 juta per ekor tergantung ukuran dan bobot hewan.
Meski kondisi penjualan menurun, para pedagang memastikan seluruh hewan kurban yang dijual dalam keadaan sehat dan layak kurban. Pemeriksaan kesehatan hewan juga telah dilakukan oleh dinas terkait guna memastikan hewan bebas penyakit dan aman untuk masyarakat.
Salah seorang penjual kambing kurban, M Kamil, menyebutkan kondisi penjualan tahun ini jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.
"Sampai sekarang masih sepi pembeli. Biasanya dalam waktu dua minggu sudah banyak yang terjual, sekarang baru sekitar 20 ekor. Tahun lalu bisa sampai 40 sampai 60 ekor lebih,” katanya, Senin (25/5/2026).
Keluhan serupa juga disampaikan pedagang lainnya, Cita Ramadan. Ia menilai daya beli masyarakat saat ini mengalami penurunan sehingga banyak warga yang memilih menunda berkurban tahun ini.
"Kalau dibanding tahun lalu memang jauh lebih ramai. Sekarang masyarakat mungkin lebih berhitung karena kondisi ekonomi, jadi penjualan juga ikut menurun,” ujarnya.
Meski demikian, para pedagang tetap optimistis penjualan akan meningkat mendekati Hari Raya Idul Adha. Mereka memiliki harapan masyarakat mulai membeli hewan kurban dalam beberapa hari terakhir menjelang pelaksanaan kurban.
Para pedagang juga terus menjaga kondisi kesehatan hewan dengan memberikan pakan berkualitas serta melakukan perawatan rutin agar kambing tetap sehat hingga hari penjualan.