BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia kembali menunjukkan komitmennya sebagai Kampus Berdampak melalui aktivitas pengabdian kepada masyarakat yang menghadirkan inovasi teknologi tepat guna bagi pelaku usaha perikanan.
Pada 20 Juni 2026, tim dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Universitas Teknokrat Indonesia melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat dengan memperkenalkan Smart Solar Fish Dryer kepada Kelompok Usaha Bahari di Pulau Pasaran, Lingkungan 2 RT 09, Kota Karang, Teluk Betung Barat, Bandar Lampung.
Inovasi Smart Solar Fish Dryer dirancang sebagai solusi modern untuk meningkatkan efisiensi proses pengeringan ikan asin, khususnya ikan teri, yang selama ini sangat bergantung pada kondisi cuaca. Teknologi tersebut memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi utama yang dipadukan dengan sensor suhu dan kelembapan berbasis Internet of Things (IoT), sistem kontrol otomatis, serta ruang pengering tertutup yang higienis.
Melalui teknologi ini, proses pengeringan dapat berlangsung lebih stabil, merata, dan terkontrol sehingga mampu meningkatkan kualitas produk, menjaga kebersihan hasil produksi, mempercepat proses pengeringan, serta meningkatkan nilai jual ikan asin di pasaran.
aktivitas pengabdian masyarakat ini dipimpin oleh Fenty Ariany, M.Cs. sebagai ketua tim, dengan anggota Suaidah, M.Kom. dari Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia serta Aprilia Syah Putri, S.Pi., M.Si. dari Politeknik Negeri Lampung. Program ini juga melibatkan lima mahasiswa sebagai implementasi pembelajaran berbasis Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang mendorong mahasiswa terjun langsung memberikan solusi bagi masyarakat.
Selain menyerahkan teknologi Smart Solar Fish Dryer, tim pengabdian juga memberikan pelatihan dan pendampingan kepada anggota Kelompok Usaha Bahari mengenai pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan sistem monitoring berbasis IoT. Para peserta dibekali pemahaman mengenai cara mengoperasikan sistem pemantauan secara real-time sehingga proses pengeringan ikan dapat dikendalikan secara lebih presisi untuk menghindari produk yang terlalu kering maupun masih memiliki kadar air tinggi.
Tidak hanya menghadirkan inovasi di bidang produksi, tim juga memperkenalkan transformasi digital melalui aplikasi manajemen usaha yang mampu membantu pelaku UMKM mengelola penjualan secara daring, menyimpan data pelanggan, serta menyusun laporan keuangan secara otomatis. Kehadiran aplikasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi administrasi sekaligus memperkuat daya saing usaha perikanan di era digital.
Ketua Kelompok Usaha Bahari, Toto Heriyanto, mengapresiasi inovasi yang dihadirkan Universitas Teknokrat Indonesia. Menurutnya, Smart Solar Fish Dryer beserta sistem digitalisasi usaha memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan produktivitas, kualitas hasil produksi, serta pengelolaan usaha yang lebih modern dan efisien.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menjelaskan bahwa aktivitas ini merupakan implementasi nyata semangat Kampus Berdampak, di mana hasil riset dan inovasi perguruan tinggi diterapkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
"Universitas tidak hanya menghasilkan penelitian, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui Smart Solar Fish Dryer dan digitalisasi usaha ini, kami mengharapkan produktivitas UMKM perikanan semakin meningkat sehingga mampu memperkuat perekonomian masyarakat pesisir," ujarnya.
Program pengabdian ini juga menjadi salah satu bentuk implementasi hasil riset yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadirkan inovasi yang berkelanjutan.
aktivitas ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pemberdayaan UMKM perikanan, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penerapan teknologi berbasis IoT, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan peningkatan efisiensi proses produksi, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi ramah lingkungan.
Melalui berbagai program pengabdian berbasis inovasi, Universitas Teknokrat Indonesia terus memperkuat perannya sebagai Kampus Berdampak yang menghasilkan teknologi aplikatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung infrastruktur dan pengembangan berkelanjutan di Indonesia.
Bagi lulusan SMA/SMK/MA yang ingin menjadi bagian dari kampus inovatif dan berprestasi, pendaftaran mahasiswa baru Universitas Teknokrat Indonesia dapat dilakukan melalui spmb.teknokrat.ac.id.