Tuesday, 03 November 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

I Komang Koheri, Tokoh Hindu Pertama Jadi Bupati Lampung Tengah, Dari Pedagang Beras hingga Memimpin Daerah

03 November 2026 13:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
I Komang Koheri, Tokoh Hindu Pertama Jadi Bupati Lampung Tengah, Dari Pedagang Beras hingga Memimpin Daerah
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

pemerintahan Kabupaten Lampung Tengah. I Komang Koheri, putra keluarga transmigran asal Bali yang beragama Hindu, resmi dilantik sebagai Bupati Lampung Tengah definitif, Selasa (3/11/2026).

Koheri disebut menjadi tokoh Hindu pertama yang menduduki jabatan Bupati Lampung Tengah. Pencapaian ini sekaligus mencerminkan perjalanan panjang seorang anak transmigran yang tumbuh dari kehidupan sederhana hingga dipercaya memimpin salah satu kabupaten di Provinsi Lampung.

Sebelum mencapai posisi tersebut, Koheri pernah menjalani kehidupan sebagai pedagang beras, pengusaha, anggota DPRD Provinsi Lampung, anggota DPR RI, hingga Wakil Bupati Lampung Tengah.

Pimpinan tertinggi Provinsi Lampung Rahmat Mirzani Djausal melantik Koheri di lantai III Gedung Balai Keratun, Kompleks Kantor Pimpinan tertinggi Provinsi Lampung, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3-3370 Tahun 2026.

Pelantikan tersebut menandai babak baru perjalanan politik Koheri sekaligus membawa harapan baru bagi masyarakat Kabupaten Lampung Tengah yang dikenal dengan julukan Bumi Beguwai Jejamo Wawai.

Anak Transmigran Bali yang Tumbuh di Lampung Tengah

I Komang Koheri lahir di Seputih Raman, Lampung Tengah, pada 25 November 1972.

Ia merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara pasangan I Made Linteb dan Ni Made Sasih.

Perjalanan hidup Koheri tidak dapat dipisahkan dari kisah perjuangan ayahnya, I Made Linteb, yang meninggalkan kampung halaman di Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali, menuju Lampung Tengah pada 1952.

Ketika itu, sang ayah masih duduk di bangku kelas II SMA. Keputusan merantau menjadi awal perjalanan keluarga tersebut membangun kehidupan di tanah Lampung.

Koheri kemudian tumbuh dan dibesarkan di Kampung Rama Dewa, Kecamatan Seputih Raman, dalam lingkungan masyarakat yang memiliki keberagaman budaya, suku, dan agama.

Kehidupan keluarga transmigran membentuk karakter Koheri yang dikenal dekat dengan masyarakat serta memahami pentingnya kerja keras dan kemandirian.

Pernah Berdagang Beras Saat Kuliah

Jauh sebelum dikenal sebagai pejabat publik, Koheri telah menekuni dunia perdagangan.

Ketika menempuh pendidikan tinggi di Jurusan Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Lampung, ia menjalankan usaha perdagangan beras.

Aktivitas tersebut menjadi bagian dari perjuangannya membangun kemandirian ekonomi sekaligus menyelesaikan pendidikan.

Koheri berhasil menamatkan pendidikan tingginya pada 1996.

Pengalaman sebagai pedagang dan pengusaha memberinya pemahaman mengenai kehidupan masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, petani, dan pedagang.

Latar belakang tersebut menjadi salah satu modal pengalaman yang dibawanya ketika memasuki dunia politik dan pemerintahan.

Aktif dalam Organisasi dan Masyarakat Bali

Selain mengembangkan usaha, Koheri aktif dalam berbagai aktivitas sosial dan organisasi kemasyarakatan.

Ia dikenal memiliki kedekatan dengan komunitas masyarakat Bali di Provinsi Lampung dan dipercaya memimpin Paguyuban Bali Lampung.

Keterlibatannya dalam organisasi tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan sosialnya.

Sebagai tokoh masyarakat Hindu berlatar belakang budaya Bali, Koheri tumbuh dalam lingkungan yang menjunjung nilai kebersamaan, toleransi, dan kehidupan harmonis di tengah keberagaman masyarakat Lampung.

Dalam kehidupan keluarga, Koheri menikah dengan Ni Ketut Dewi Nadi.

Pasangan ini dikaruniai dua anak, yakni Luh Tasya Saraswati dan Komang Raja Seva Mayday.

Mengawali Karier Politik dari PDI Perjuangan

Perjalanan politik Koheri dimulai melalui PDI Perjuangan.

Ia pernah dipercaya menjabat Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lampung Tengah.

Koheri juga aktif dalam organisasi sayap partai dan pernah menjabat Sekretaris Taruna Merah Putih di Lampung Tengah.

Kiprahnya dalam organisasi politik membuka jalan menuju lembaga legislatif.

Pada Pemilu 2009, Koheri berhasil terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Lampung untuk periode 2009–2014.

Kepercayaan masyarakat kembali diperolehnya pada Pemilu 2014 sehingga ia melanjutkan pengabdian sebagai anggota DPRD Provinsi Lampung periode 2014–2019.

Selama dua periode di parlemen daerah, Koheri memperoleh pengalaman dalam pembentukan kebijakan, pengawasan pemerintahan, dan pembahasan anggaran daerah.

Melangkah ke Senayan sebagai Anggota DPR RI

Setelah sepuluh tahun berkiprah di DPRD Provinsi Lampung, Koheri melanjutkan perjalanan politiknya ke tingkat nasional.

Pada Pemilu 2019, ia berhasil terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2019–2024 dari daerah pemilihan Lampung II melalui PDI Perjuangan.

Keberhasilannya menembus parlemen nasional menjadi tonggak penting dalam perjalanan politiknya.

Selama menjadi anggota DPR RI, Koheri memiliki kesempatan memperjuangkan aspirasi masyarakat Lampung melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.

Pengalaman di tingkat nasional juga memperluas pemahamannya mengenai hubungan pemerintah pusat dan daerah serta berbagai persoalan infrastruktur dan pengembangan.

Setelah menyelesaikan masa pengabdiannya di DPR RI, Koheri memilih kembali ke Lampung Tengah untuk mengikuti kontestasi Pilkada 2024.

Ia maju sebagai calon wakil bupati mendampingi Ardito Wijaya.

Pasangan Ardito Wijaya–I Komang Koheri berhasil meraih 369.974 suara atau 63,71 persen suara sah.

Kemenangan tersebut mengantarkan keduanya memimpin Kabupaten Lampung Tengah untuk masa jabatan 2025–2030.

Namun, dinamika pemerintahan berubah setelah Ardito Wijaya terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 10 Desember 2025.

Situasi itu menempatkan Koheri pada tanggung jawab yang lebih besar dalam menjaga kesinambungan pemerintahan dan pelayanan publik.

Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3-970 Tahun 2026, Koheri kemudian menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Tengah.

Keputusan tersebut diserahkan Pimpinan tertinggi Provinsi Lampung Rahmat Mirzani Djausal pada 23 Juni 2026.

Sejak saat itu, Koheri menjalankan roda pemerintahan daerah, termasuk melakukan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah dan memastikan pelayanan masyarakat tetap berlangsung.

Menjadi Bupati Definitif, Catat Sejarah bagi Masyarakat Hindu

Pelantikan Koheri sebagai Bupati Lampung Tengah definitif pada 3 November 2026 menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier politiknya.

Jika dikonfirmasi sebagai yang pertama dalam sejarah kabupaten, Koheri juga mencatatkan sejarah sebagai tokoh beragama Hindu pertama yang menduduki jabatan Bupati Lampung Tengah.

Latar belakangnya sebagai putra keluarga transmigran Bali memberikan dimensi tersendiri terhadap perjalanan kepemimpinannya.

Kehadirannya di pucuk pemerintahan kabupaten menjadi gambaran bahwa keberagaman suku, budaya, dan agama merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Lampung.

Dari seorang anak transmigran yang tumbuh di Seputih Raman, Koheri berhasil membangun perjalanan panjang melalui dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, politik, hingga pemerintahan.

Perjalanan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana pengalaman dan kepercayaan masyarakat dapat membuka kesempatan bagi seseorang untuk mengemban tanggung jawab kepemimpinan.

Tantangan Besar Menanti hingga 2030

Meski telah resmi menjabat sebagai Bupati Lampung Tengah definitif, perjalanan Koheri belum selesai.

Ia kini menghadapi tantangan untuk menjaga stabilitas pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat infrastruktur dan pengembangan infrastruktur, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Selain itu, penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi menjadi pekerjaan penting setelah dinamika politik dan hukum yang terjadi di Lampung Tengah.

Pengalaman sebagai pengusaha, legislator daerah, anggota DPR RI, hingga kepala daerah diharapkan menjadi modal dalam menjalankan tanggung jawab tersebut.

Pada akhirnya, keberhasilan kepemimpinan Koheri tidak hanya akan diukur dari perjalanan panjang karier politik atau sejarah yang dicatatkannya.

Lebih dari itu, masyarakat akan menilai sejauh mana kepemimpinannya mampu menghadirkan perubahan nyata, memperbaiki pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan warga Lampung Tengah.

Dari pedagang beras hingga menjadi bupati, perjalanan I Komang Koheri membuktikan bahwa latar belakang keluarga sederhana bukan penghalang untuk meraih tanggung jawab besar dalam pemerintahan.

Kini, sejarah baru telah dimulai. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa kepercayaan tersebut dapat diwujudkan melalui kerja nyata bagi seluruh masyarakat Lampung Tengah, tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari