Monday, 31 August 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Hujan Mulai Guyur Sejumlah Wilayah, OMC Lampung Diperpanjang hingga 2 September

31 August 2026 12:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Hujan Mulai Guyur Sejumlah Wilayah, OMC Lampung Diperpanjang hingga 2 September
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Upaya pemerintah mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Lampung terus diperkuat. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang sebelumnya dijadwalkan berakhir pada 30 Agustus kini diperpanjang hingga 2 September 2026.

Perpanjangan dilakukan menyusul kondisi cuaca yang masih perlu diintervensi untuk meningkatkan peluang hujan di sebagian wilayah rawan karhutla. Operasi water bombing juga tetap dilanjutkan, dengan durasi operasi yang direncanakan lebih panjang.

Analis Bencana BPBD Lampung, Wahyu Hidayat, menyebutkan OMC tetap berjalan setelah 30 Agustus. Sementara untuk water bombing, operasi direncanakan berlangsung hingga 100 jam, namun pelaksanaannya tetap menyesuaikan perkembangan di lapangan.

"Tetap lanjut sampai 2 September 2026. Water bombing malah lebih panjang rencananya, 100 jam. Tapi lihat eskalasi," kata Wahyu saat dimintai keterangan, Senin (31/8/2026).

Pada Minggu, 30 Agustus 2026, pesawat OMC kembali melakukan satu kali penerbangan. Penyemaian awan diarahkan ke wilayah sekitar Lampung Barat karena tim menemukan pertumbuhan awan yang dinilai berpotensi menghasilkan hujan.

"OMC satu kali ke daerah sekitar Lampung Barat karena ada awan yang sangat potensial bisa menjadi hujan. Minggu OMC satu kali, water bombing nol kali," ujarnya.

Dalam penerbangan sorti pertama pesawat PK-YNA tersebut, tim menebar 800 kilogram natrium klorida (NaCl) sebagai bahan semai awan. Penyemaian dilakukan pada ketinggian sekitar 9.000 kaki dengan menyasar awan jenis Cumulus Congestus.

Awan yang menjadi target memiliki dasar sekitar 6.000 kaki dengan puncak mencapai 11.000 hingga 13.000 kaki. Saat operasi berlangsung, angin tercatat bertiup 8-14 knot dari arah barat daya hingga barat laut.

"Dengan tambahan 800 kilogram NaCl pada 30 Agustus, OMC Lampung sejak 26 Agustus telah dilakukan sebanyak enam kali penerbangan dengan total bahan semai mencapai 4,8 ton NaCl," tuturnya.

Penyemaian awan dilakukan di sebagian wilayah, meliputi Bandar Lampung, Lampung Timur, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Utara, Way Kanan, Lampung Barat, dan Tanggamus.

Berdasarkan laporan lapangan dan data BMKG, hujan antara lain tercatat di Sekampung Udik, Labuhan Ratu, Sukadana, Waway Karya, Menggala, Menggala Selatan, Semuli, Hulu Sungai, Sungkai Utara, Labuhan Maringgai, Bandar Sribhawono, Pekalongan, dan Purbalinggo.

"Data curah hujan BMKG PAC24H pada 29 Agustus 2026 pukul 06.05 WIB menunjukkan beberapa wilayah bahkan mendapatkan curah hujan cukup signifikan," kata dia.

Balik Bukit, Lampung Barat, mencatat curah hujan tertinggi sebesar 35,2 milimeter, disusul Way Tenong 25,4 milimeter dan Liwa 21,0 milimeter. Sementara Bergen, Lampung Selatan, mencapai 17,4 milimeter dan Marga Tiga, Lampung Timur, 2,6 milimeter.

Sehari sebelumnya, hujan juga turun di Km 37 Jalan Ir. Sutami, Gunung Pasir Jaya, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur, dengan curah hujan tercatat 1,3 milimeter.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari