BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
kebakaran melanda lahan di atas Gunung Hatta, Jalan Zulkarnain Subing, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Telukbetung Timur, Kota Bandar Lampung, Minggu (30/8/2026) malam.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan, menuturkan pihaknya menerima laporan kebakaran tersebut pada pukul 19.52 WIB.
Laporan kemudian langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran dan 22 personel ke lokasi kejadian.
"Unit Gajah berangkat pukul 19.53 WIB dan tiba di lokasi pukul 19.58 WIB. Kemudian Unit Karba berangkat pukul 19.54 WIB dan tiba pukul 19.59 WIB," kata Anthoni berdasarkan laporan kejadian yang diterima Kupastuntas.co.
Sementara tiga unit lainnya menyusul, yakni Unit Macan 021 dari Mako Tendean, Unit Supply Pos Siaga Langkapura, serta Unit Supply 022 Mako Tendean.
Damkar mencatat waktu respons petugas mencapai lima menit sejak laporan diterima hingga unit pertama tiba di lokasi.
Kebakaran tersebut menghanguskan lahan di atas Gunung Hatta dengan luas sekitar 1,3 hektare.
"Proses pemadaman berlangsung selama lebih dari tiga jam dan baru dinyatakan selesai pada pukul 23.10 WIB, " ungkap Anthoni.
Dalam proses pemadaman, petugas menghabiskan sebanyak tujuh tangki air untuk memastikan api benar-benar dapat dikendalikan dan tidak kembali merambat ke area lainnya.
Berdasarkan keterangan pamong setempat, kebakaran diduga bermula dari aktivitas seseorang yang membakar sampah.
"Menurut keterangan pamong setempat, penyebab kebakaran diduga ada orang yang membakar sampah lalu ditinggalkan. Karena intensitas angin yang kencang, api cepat membesar dan membakar lahan yang ada di sekitarnya," jelasnya.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan dan penanganan lebih lanjut diserahkan kepada pihak yang berwajib.
Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun laporan mengenai kerugian material.
Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan aktivitas pembakaran sampah, terlebih saat kondisi cuaca panas dan angin kencang yang dapat membuat api dengan cepat menjalar ke lahan kering. (*)