BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Gubernur Ir. Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., dan Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menerima ulos dan penghargaan dari HKBP Distrik XXXII Lampung atas kontribusi dalam menjaga kerukunan, keamanan, toleransi dan keharmonisan masyarakat di Provinsi Lampung.
Penghargaan diserahkan pada Ibadah Syukur, Puncak Tahun Transformasi sekaligus Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 HKBP Distrik XXXII Lampung di Gedung Adora, Kabupaten Pesawaran, pada Sabtu (22/8/2026).
Di hadapan sekitar 1.500 jemaat dan undangan, Gubernur dan Pangdam menerima ulos sebagai simbol penghormatan dan kasih, sekaligus piagam penghargaan dari HKBP Distrik XXXII Lampung dan Panitia Tahun Transformasi HKBP 2026.
Piagam yang ditandatangani Praeses HKBP Distrik XXXII Lampung Pdt. Mauli H. Aritonang, S.Th., dan Ketua Umum Panitia Dr. Donald H. Sihotang, S.E., M.M., memuat apresiasi atas perannya merawat kehidupan masyarakat Lampung yang majemuk.
"Penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi, kepemimpinan, dan kontribusi nyata dalam menjaga serta memperkokoh kerukunan umat beragama, toleransi, persaudaraan, dan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Lampung," demikian bunyi piagam tersebut.
Selain Gubernur dan Pangdam, penghargaan serupa juga diberikan kepada Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf serta beberapa tokoh lainnya yang dinilai berkontribusi dalam menjaga keamanan, kerukunan dan keharmonisan masyarakat Lampung.
Ketua Umum Panitia Tahun Transformasi dan HUT ke-6 HKBP Distrik XXXII Lampung, Dr. Donald Harris Sihotang, S.E., M.M., menyebutkan penghargaan tersebut bukan sekadar bagian dari seremoni HUT, melainkan wujud terima kasih keluarga besar HKBP kepada para pemimpin dan tokoh yang telah mengambil peran nyata dalam merawat keberagaman di Provinsi Lampung.
Menurut Donald, Lampung merupakan rumah bersama bagi masyarakat dari beragam suku, agama, adat dan budaya. Kondisi tersebut menjadi kekuatan besar bagi daerah apabila terus dirawat dalam semangat persaudaraan.
"Kerukunan tidak lahir dengan sendirinya. Kerukunan harus terus dibangun dan dirawat melalui keteladanan, komunikasi, sikap saling menghormati serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat," kata Donald.
"Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi dan penghormatan HKBP Distrik XXXII Lampung kepada para tokoh yang telah memberikan kontribusi nyata dalam menjaga dan memperkokoh kerukunan umat beragama, toleransi, persaudaraan serta keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Lampung," lanjutnya.
Donald menekankan, menjaga kerukunan bukan semata-mata tugas pemerintah maupun aparat keamanan. Gereja, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan dan seluruh lapisan masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk merawat persatuan.
"HKBP adalah bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Lampung. Karena itu, kami memiliki tanggung jawab moral untuk bersama pemerintah, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh adat dan seluruh elemen masyarakat menjaga Lampung tetap aman, damai, rukun dan harmonis," ujarnya.
dalam pidatonya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun Lampung.
Ia mengibaratkan keberagaman masyarakat Lampung seperti sebuah harmoni musik. Setiap alat musik memiliki karakter dan menghasilkan suara yang berbeda, tetapi ketika dimainkan bersama secara selaras akan menghasilkan nada yang indah.
"Ada yang bermain gitar, ada yang bermain piano, ada yang memainkan alat musik lainnya. Ketika semuanya bermain bersama dan selaras, nadanya menjadi indah," ujar Gubernur.
Menurut Mirza, filosofi tersebut menggambarkan masyarakat Lampung yang sangat heterogen. Berbagai suku, agama, budaya dan latar belakang hidup berdampingan serta memiliki peran dan kontribusi masing-masing terhadap kemajuan daerah.
Karena itu, perbedaan tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan. Keberagaman justru harus menjadi modal sosial untuk memperkuat persatuan dan mempercepat infrastruktur dan pengembangan.
Gubernur menekankan bahwa infrastruktur dan pengembangan Lampung tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah. Kemajuan daerah membutuhkan kolaborasi seluruh komponen masyarakat, termasuk gereja dan komunitas keagamaan seperti HKBP.
Ia juga menyinggung posisi strategis Lampung sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional. Provinsi Lampung memberikan kontribusi melalui berbagai komoditas unggulan, di antaranya padi, jagung dan ubi kayu sebagai bahan baku tapioka.
Potensi besar tersebut, menurut Gubernur, harus dikelola dan dikembangkan melalui kerja bersama agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi Lampung terhadap ketahanan pangan nasional.
Ia pun mengajak keluarga besar HKBP dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengambil peran dalam infrastruktur dan pengembangan Lampung sesuai bidang dan kapasitas masing-masing.
Kehadiran Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menjadi bagian penting dalam perayaan tersebut. Pangdam turut menyampaikan sambutan di hadapan ribuan jemaat sebelum menerima ulos dan penghargaan dari HKBP Distrik XXXII Lampung.
Pemberian penghargaan kepada Pangdam merupakan apresiasi atas peran TNI, khususnya Kodam XXI/Radin Inten, dalam menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah serta membangun kebersamaan di tengah masyarakat Lampung yang majemuk.
Momentum tersebut sekaligus mempertegas pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama dan masyarakat dalam menjaga Lampung sebagai daerah yang aman, damai dan harmonis.
Ibadah Syukur, Puncak Tahun Transformasi sekaligus HUT ke-6 HKBP Distrik XXXII Lampung dihadiri sekitar 1.500 jemaat dan undangan dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung.
Mereka berasal dari 50 Huria yang tergabung dalam sembilan Resort HKBP Distrik XXXII Lampung, terdiri dari pendeta dan pelayan penuh waktu, Parhalado, kaum bapak, perempuan, pemuda, remaja, anak-anak serta jemaat.
beberapa tokoh dan pejabat turut hadir, di antaranya Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Kapolda Lampung yang diwakili Dirpamobvit Polda Lampung Kombes Pol Jonner Samosir, Dirbinmas Polda Lampung Kombes Pol A.F. Indra Napitupulu, Bupati Pesawaran Nanda Indira, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung Winarti, serta beberapa pejabat pemerintah daerah kabupaten/kota.
Praeses HKBP Distrik XXXII Lampung Pdt. Mauli H. Aritonang, S.Th., hadir bersama seluruh Pendeta Resort, pendeta dan pelayan penuh waktu, Parhalado serta keluarga besar HKBP se-Lampung.
Rangkaian puncak agenda dimulai sejak pagi dengan Festival Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC) yang diikuti sembilan kontingen mewakili sembilan Resort.
Sekitar pukul 10.00 WIB, agenda dilanjutkan dengan ibadah syukur, penyambutan tamu undangan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan "Eghamku di Lampung", pemotongan kue ulang tahun, laporan Ketua Umum Panitia, sambutan Praeses, Pangdam XXI/Radin Inten dan Gubernur.
Donald menjelaskan, perayaan tersebut merupakan puncak dari rangkaian Tahun Transformasi yang telah diselenggarakan HKBP Distrik XXXII Lampung sepanjang 2026.
Rangkaian dimulai dengan Pembekalan Parhalado se-Distrik Lampung pada 30 Maret 2026 di HKBP Kedaton. agenda diikuti 264 penatua dari 50 Huria dan sembilan Resort dengan menghadirkan Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan sebagai narasumber.
Selanjutnya, Pembinaan Guru Sekolah Minggu diselenggarakan pada 16 Juni 2026 di HKBP Metro untuk meningkatkan kapasitas para guru dalam membina iman dan karakter anak-anak sebagai generasi penerus gereja.
Program kemudian menyentuh generasi muda melalui Seminar Motivasi dan Gondang Naposo pada 8 Agustus 2026 di HKBP Tanjung Karang. agenda diarahkan untuk memperkuat iman, karakter, motivasi dan keberanian generasi muda menatap masa depan, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai budaya Batak.
Menurut Donald, rangkaian tersebut sengaja dirancang agar semangat transformasi menyentuh seluruh lapisan pelayanan, mulai dari anak-anak, pemuda, Guru Sekolah Minggu, Parhalado hingga seluruh jemaat.
"Transformasi tidak boleh berhenti pada seremoni. Transformasi harus menghasilkan perubahan dalam iman, karakter dan tindakan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi sesama," ujarnya.
Semangat tersebut turut diwujudkan melalui aksi sosial berupa penyerahan santunan kepada anak-anak yatim dari Panti Asuhan Yayasan Eben Heizer Bandar Lampung.
"Gereja tidak boleh hanya sibuk untuk dirinya sendiri. Kehadiran gereja harus dapat dirasakan masyarakat. Kasih dan kepedulian tidak mengenal perbedaan suku, agama maupun latar belakang," kata Donald.
Menurut Donald, kemajemukan Lampung harus dipandang sebagai kekuatan sosial, bukan perbedaan yang membuat masyarakat terpisah.
"Berbeda suku, berbeda agama dan berbeda budaya tidak boleh membuat kita berjauhan. Justru dalam keberagaman itulah kita membangun persaudaraan. Kita boleh berbeda, tetapi Lampung adalah rumah kita bersama," tegasnya.
Selepas rangkaian acara resmi, perayaan dilanjutkan dengan agenda Tortor Perangkat Distrik, Tortor Panitia serta Tortor dari Resort-resort HKBP Distrik XXXII Lampung.
Panitia menyediakan berbagai doorprize bagi jemaat, termasuk 100 paket sembako dan beberapa hadiah lainnya. Hadiah utama berupa satu unit sepeda motor diperoleh salah seorang jemaat HKBP Pringsewu.
Rangkaian agenda ditutup dengan pengumuman pemenang Festival Paduan Suara Dewasa Campuran. Kontingen HKBP Tanjung Karang berhasil meraih Juara I.
Donald menyampaikan terima kasih kepada Jajaran Pemprov Lampung, Pemerintah Kabupaten Pesawaran, pemerintah kabupaten/kota, TNI-Polri, para donatur dan sponsor, seluruh Resort dan Huria, serta semua pihak yang telah mendukung rangkaian Tahun Transformasi hingga HUT ke-6.
Ia mengharapkan perayaan tersebut bukan menjadi akhir dari Tahun Transformasi, melainkan momentum untuk membawa semangat perubahan ke dalam kehidupan dan pelayanan sehari-hari.
"HUT ke-6 ini harus menjadi titik baru bagi HKBP Distrik XXXII Lampung untuk terus bertransformasi. Semakin kuat dalam iman dan pelayanan, semakin erat dalam persaudaraan, serta semakin nyata memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
"Kita ingin HKBP bukan hanya bertumbuh untuk dirinya sendiri, tetapi menjadi berkat bagi lingkungan dan masyarakat. Dari gereja kita bangun iman, dari keberagaman kita bangun persaudaraan, dan bersama-sama kita jaga Lampung sebagai rumah yang damai bagi semua," pungkas Donald. (*)