Tuesday, 04 August 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

‎Hasil Panen Bawang Putih Sukau Tembus 7,56 Ton, Pemkab Lambar Lirik Potensi Jadi Sentra Baru

04 August 2026 20:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
‎Hasil Panen Bawang Putih Sukau Tembus 7,56 Ton, Pemkab Lambar Lirik Potensi Jadi Sentra Baru
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

‎Budidaya bawang putih di Kabupaten Lampung Barat menunjukkan hasil menjanjikan. Dari 250 kilogram bibit yang ditanam di lahan seluas setengah hektare, petani di Pekon Bandar Baru, Kecamatan Sukau, berhasil memanen 7 ton 560 kilogram bawang putih varietas Sangga Sembalun.

‎Hasil tersebut terlihat dalam panen perdana bawang putih yang diselenggarakan pada Selasa (4/8/2026).

Capaian produksi itu menjadi salah satu indikator awal bahwa komoditas bawang putih berpeluang dikembangkan lebih luas di Lampung Barat, sekaligus mendukung program ketahanan pangan yang diinisiasi Kepolisian Republik Indonesia.

‎‎Jika dibandingkan dengan jumlah bibit yang ditanam, produksi 7,56 ton tersebut mencapai lebih dari 30 kali lipat bobot bibit awal.

Selain jumlah produksi yang cukup tinggi, bawang putih yang dipanen memiliki diameter umbi rata-rata mencapai 4,63 sentimeter, sehingga dinilai memiliki prospek untuk dikembangkan pada musim tanam berikutnya.

‎Panen perdana tersebut dihadiri Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Wakil Bupati Mad Hasnurin, Kapolres Lampung Barat AKBP Samsu Wirman, jajaran kepala perangkat daerah, serta para petani yang terlibat dalam pengembangan komoditas tersebut.

‎Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menyampaikan hasil panen tersebut menjadi bukti awal bahwa kondisi alam dan lingkungan di Lampung Barat sesuai untuk pengembangan bawang putih.

Menurutnya, capaian produksi dari lahan percontohan itu dapat menjadi dasar untuk memperluas areal penanaman bawang putih di daerah tersebut.

‎"Dengan bibit 250 kilogram, hasil panennya mencapai 7 ton 560 kilogram dari lahan setengah hektare," kata Parosil.

Menurut Parosil, hasil tersebut menunjukkan bahwa Lampung Barat memiliki peluang untuk mengembangkan bawang putih sebagai salah satu komoditas pertanian.

Ia mengharapkan, apabila pengembangan dilakukan secara berkelanjutan, daerah itu ke depan tidak lagi terlalu bergantung terhadap pasokan bawang putih dari daerah lain.

‎"Artinya Lampung Barat cocok untuk pengembangan bawang putih sehingga ke depan tidak perlu lagi bergantung dari daerah lain," ujarnya.

‎Selain jumlah produksi, kualitas bawang putih hasil panen juga menjadi perhatian. Berdasarkan penghitungan, setiap umbi rata-rata memiliki sekitar 21 siung.

Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang karena hasil panen tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai komoditas konsumsi, tetapi juga berpotensi digunakan sebagai sumber bibit untuk musim tanam berikutnya.

‎Parosil menekankan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan bawang putih yang digagas melalui program Polri.

Dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya petani.

‎Program pengembangan bawang putih tersebut telah dimulai sejak April 2026 melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, Polres Lampung Barat, dan kelompok tani.

Sebelum penanaman dilakukan, dua petani asal Kecamatan Sukau diberangkatkan ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, untuk mempelajari teknik budidaya bawang putih varietas Sangga Sembalun.

‎Pembelajaran tersebut mencakup beberapa tahapan, mulai dari pengolahan lahan, penanaman hingga proses pembibitan. Pengetahuan yang diperoleh kemudian diterapkan oleh para petani di lahan pengembangan bawang putih di Kecamatan Sukau.

‎Salah seorang petani, Imbuh, menyampaikan pengalaman belajar di Lombok menjadi bekal penting dalam mengembangkan bawang putih di Sukau.

Setelah kembali dari Lombok, teknik yang dipelajari langsung diterapkan pada lahan yang telah disiapkan untuk program tersebut.

"Kami belajar mulai dari pengolahan lahan, penanaman sampai menjadi bibit lagi. Setelah pulang langsung kami praktikkan di sini," ujarnya.

‎‎Imbuh menjelaskan, bawang putih yang dipanen merupakan varietas Sangga Sembalun dengan umur panen 103 hari. Dari 250 kilogram bibit yang ditanam di lahan setengah hektare, hasil yang diperoleh mencapai 7 ton 560 kilogram dengan ukuran umbi rata-rata 4,63 sentimeter.

‎Capaian tersebut menjadi kelanjutan dari peninjauan yang dilakukan Bupati Parosil bersama Kapolres Lampung Barat beberapa hari sebelumnya untuk memastikan perkembangan tanaman bawang putih.

Pengembangan tersebut merupakan bagian dari program Polda Lampung dalam mendukung swasembada pangan nasional.

‎Kapolres Lampung Barat AKBP Samsu Wirman sebelumnya menuturkan keberhasilan uji coba di Kecamatan Sukau menjadi dasar bagi Polres Lampung Barat bersama Polda Lampung untuk memperluas kemitraan dengan petani.

Pengembangan selanjutnya direncanakan dilakukan melalui pembukaan lahan baru seluas sekitar lima hektare di beberapa lokasi.

‎Dengan hasil panen perdana yang mencapai 7,56 ton dari 250 kilogram bibit, pengembangan bawang putih di Sukau kini memiliki pijakan awal untuk diperluas.

Sinergi antara Pemkab Lampung Barat, Polri, dan kelompok tani diharapkan tidak berhenti pada panen perdana, tetapi berlanjut menjadi pengembangan komoditas secara berkelanjutan sehingga Lampung Barat berpeluang menjadi salah satu sentra bawang putih di Provinsi Lampung sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah maupun impor.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari