Sunday, 30 August 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Harga Perak Dunia Anjlok ke US$ 66, Tertekan Sinyal Hawkish The Fed?

30 August 2026 17:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Harga Perak Dunia Anjlok ke US$ 66, Tertekan Sinyal Hawkish The Fed?
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

BANDAR LAMPUNG- Harga perak dunia mengalami koreksi tajam pada penutupan perdagangan akhir pekan, Minggu (30/8/2026).

Komoditas logam mulia ini terpangkas sekitar 4,48 persen dari posisi tertinggi sebelumnya di kisaran US$ 69 per troy ounce.

Saat ini, harga perak spot dunia berada di rentang US$ 66,15 hingga US$ 67,12 per troy ounce (setara dengan US$ 2,13 – US$ 2,16 per gram).

Pelemahan harga perak global dipicu oleh pernyataan hawkish Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, dalam simposium Jackson Hole.

Penegasan The Fed untuk memertahankan target inflasi di level 2 persen memperkuat spekulasi pasar terkait potensi kenaikan suku bunga acuan AS pada September 2026 mendatang yang kini mencapai probabilitas 50–57 persen.

Prospek kenaikan suku bunga tersebut mendorong penguatan indeks Dolar AS (DXY) serta imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS.

Kondisi ini secara historis menekan daya tarik aset tidak berimbal hasil (non-yielding asset) seperti emas dan perak.

Dampak ke Harga Perak Antam Domestik

Mengikuti tren global, harga perak Antam di pasar domestik juga berada dalam fase konsolidasi.

Setelah sempat terpangkas Rp 1.700 per gram pada Sabtu, harga perak Antam pada Minggu (30/8) bertahan stagnan di level Rp 44.000 per gram.

Sementara itu, untuk perak Antam pecahan besar 500 gram saat ini berada di kisaran harga dasar Rp 22,85 juta (belum termasuk PPN).

Prediksi Pergerakan Pasar Senin (31/8/2026)

Memasuki awal pekan pada Senin (31/8/2026), harga perak dunia diproyeksikan masih berada di bawah tekanan jangka pendek dan bergerak konsolidasi cenderung melemah terbatas di rentang US$ 65,50 – US$ 67,50 per troy ounce.

Meski demikian, area US$ 65,00 – US$ 66,00 per troy ounce dinilai menjadi level dukungan (support) psikologis yang cukup kuat untuk menahan penurunan lebih dalam.

beragam lembaga keuangan global seperti UBS juga memproyeksikan outlook jangka panjang perak tetap positif. Hal ini didorong oleh defisit pasokan fisik dunia serta tingginya permintaan sektor industri hijau, khususnya untuk manufaktur panel surya (PLTS) dan kendaraan listrik (electric vehicle).

Untuk pasar domestik, jika pasar Asia membuka perdagangan awal pekan dengan aksi jual lanjutan, harga perak Antam lokal berpotensi mengalami penurunan tipis di kisaran Rp 200 hingga Rp 500 per gram, atau cenderung bergerak stagnan menunggu volatilitas pasar Eropa dan Amerika Serikat pada sore hingga malam hari. (*)

 

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari