BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Kupastuntas.co, Lampung Timur – Serangan hama tikus yang tak kunjung terkendali mulai mengancam produksi padi di beberapa wilayah Kabupaten Lampung Timur.
Para petani mengaku telah melakukan berbagai cara untuk mengusir hama tersebut, namun hasilnya belum membuahkan hasil sehingga mereka khawatir gagal panen.
Kondisi itu dirasakan Edi, petani asal Desa Braja Asri, Kecamatan Way Jepara. Saat ditemui di areal persawahannya, Senin (13/7/2026), Edi hanya bisa pasrah melihat tanaman padinya yang terus dirusak tikus menjelang masa panen.
"Kami sudah melakukan berbagai upaya, mulai dari memasang umpan beracun, memasang setrum, sampai membuat rumah burung hantu sebagai predator alami tikus. Tapi hasilnya belum maksimal," kata Edi.
Menurut Edi, ratusan tikus menyerang tanaman padi setiap malam. Hewan pengerat itu bahkan dinilai tidak lagi takut dengan kehadiran manusia meski para petani rutin melakukan perburuan pada malam hari.
"Setiap malam kami berburu tikus, tetapi mereka tetap saja makan batang padi. Seolah-olah tidak takut dengan manusia," ujarnya.
Edi menyebut, sekitar 60 persen tanaman padi di lahan miliknya yang seluas satu hektare telah rusak akibat serangan tikus. Kerusakan serupa, kata dia, juga dialami petani lain di Desa Braja Asri.
Sementara itu, petani lainnya, Amrih, memiliki harapan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, khususnya Dinas Pertanian, segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi sawah yang terdampak. Menurutnya, petani membutuhkan solusi nyata agar serangan hama tikus dapat segera dikendalikan.
"Sampai sekarang belum ada petugas dari Dinas Pertanian yang turun ke lapangan. Padahal sekitar 40 hari lagi padi sudah memasuki masa panen," ujar Amrih.
Amrih melanjutkan, setiap malam para petani harus berjaga dan berburu tikus secara mandiri. Bahkan, dalam satu batang padi bisa ditemukan empat ekor tikus atau lebih yang sedang menggerogoti tanaman. Jika tidak segera ditangani, para petani khawatir kerusakan akan semakin meluas dan berdampak pada menurunnya hasil panen musim ini. (*)