BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Api membakar gudang pakan ternak di Jalan Wala Abadi, Gang Kapling, Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung, Kamis (3/9/2026) dini hari.
Api melalap gudang semi permanen berukuran sekitar 10 x 10 meter yang digunakan untuk menyimpan pakan ternak sekaligus kandang kambing.
Laporan kebakaran diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bandar Lampung pada pukul 01.29 WIB. Petugas langsung bergerak dari sebagian pos dan tiba di lokasi sekitar tujuh menit kemudian.
Komandan Pleton B Damkarmat Bandar Lampung, Rusli Sudarso, menyebutkan api cepat membesar karena di dalam gudang terdapat material yang mudah terbakar, mulai dari pakan ternak, kulit kopi hingga karung plastik.
"Material di dalam gudang cukup mudah terbakar sehingga api cepat membesar," kata Rusli dilansir Kompas.com, Kamis (3/9/2026).
Sebanyak 35 personel kemudian berjibaku melakukan pemadaman. Delapan unit kendaraan pemadam dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api.
Menurut Rusli, kondisi gudang yang semi permanen dan dipenuhi bahan mudah terbakar membuat petugas harus bekerja ekstra untuk memastikan api tidak kembali menyala.
"Petugas tidak hanya memadamkan api, tetapi juga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali membesar," ujarnya.
Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 04.22 WIB. Sedikitnya tujuh tangki air dihabiskan selama operasi tersebut.
Kebakaran juga menghanguskan pakan ternak, kulit kopi dan karung plastik yang tersimpan di dalam gudang.
Sebanyak 15 ekor kambing yang berada di dalam kandang juga ikut terbakar dalam peristiwa tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp65 juta berdasarkan keterangan pamong setempat.
Pemilik gudang, Surip (50), diketahui sehari-hari bekerja sebagai wirausaha.
Warga setempat, Subandi, menduga kebakaran bermula dari korsleting listrik pada colokan lampu di dalam gudang. Percikan api diduga mengenai material yang mudah terbakar hingga kemudian api membesar dan menjalar ke seluruh bagian gudang. "Untuk penyebab pastinya masih menunggu penyelidikan pihak berwajib," kata Rusli.
Ia mengingatkan warga agar tidak mengabaikan instalasi listrik, terutama pada bangunan yang digunakan menyimpan bahan mudah terbakar.
"Kalau ada kabel atau colokan yang bermasalah, segera diperiksa. Jangan sampai percikan kecil menjadi kebakaran besar," ujarnya. (*)