Tuesday, 07 July 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Gubernur Mirza Minta FKUB, FPK dan FKDM Jadi Garda Terdepan Jaga Kondusivitas Daerah

07 July 2026 16:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 1 kali
Bagikan:
Gubernur Mirza Minta FKUB, FPK dan FKDM Jadi Garda Terdepan Jaga Kondusivitas Daerah
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Gubernur, Rahmat Mirzani Djausal, secara resmi mengukuhkan jajaran pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Lampung di Lantai III Gedung Balai Keratun, Kantor Gubernur, Selasa (7/7/2026).

saat menyampaikan sambutan, Gubernur Mirza menggarisbawahi bahwa keberagaman merupakan kekuatan utama yang dimiliki Provinsi Lampung. Menurutnya, sejak dahulu Lampung dikenal sebagai daerah yang terbuka bagi masyarakat dari berbagai suku, agama, dan budaya untuk datang, menetap, serta membangun kehidupan bersama.

"Lampung sejak dahulu dikenal sebagai rumah yang terbuka. Masyarakat dari berbagai daerah datang, tinggal, dan membangun kehidupan di Lampung. Keberagaman ini adalah anugerah sekaligus kekuatan yang harus terus kita rawat melalui sikap saling menghormati, toleransi, dan gotong royong dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika dan Piil Pesenggiri," kata Mirza.

Ia menekankan bahwa keberagaman bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan, melainkan modal sosial yang harus terus dipelihara.

"Saya percaya bahwa keberagaman bukan persoalan yang perlu kita khawatirkan. Justru keberagaman itulah yang menjadi kekuatan terbesar yang dimiliki Lampung. Tugas kita bukan membuat semua orang menjadi sama, tetapi memastikan setiap perbedaan dapat hidup berdampingan secara harmonis," ujarnya.

Mirza mengungkapkan, keberadaan FKUB, FPK, dan FKDM memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan masyarakat.

Menurutnya, ketiga forum tersebut bukan sekadar organisasi, melainkan ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat untuk memperkuat komunikasi, menjaga persatuan, serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan di daerah.

Kepada FKUB, Mirza berpesan agar terus menjaga kerukunan antarumat beragama.

"Kerukunan tidak lahir karena semua orang memiliki pandangan yang sama. Kerukunan lahir ketika kita mampu menghargai perbedaan," tegasnya.

Sementara kepada Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), ia memiliki harapan forum tersebut mampu menjadi jembatan yang mempererat hubungan antaretnis dan paguyuban yang hidup berdampingan di Lampung.

"Lampung hari ini dihuni oleh puluhan kelompok etnis dan paguyuban. Keberagaman tersebut adalah modal sosial yang luar biasa. Karena itu, FPK harus menjadi jembatan yang memperkuat komunikasi, mempererat persaudaraan, dan menjaga semangat kebangsaan di tengah masyarakat," katanya.

Adapun kepada FKDM, Mirza menilai perannya semakin penting di tengah perkembangan teknologi informasi dan dinamika sosial yang semakin kompleks.

"Tantangan hari ini tidak selalu terlihat secara langsung. Informasi bergerak sangat cepat, dinamika sosial semakin kompleks, dan potensi gangguan dapat muncul dari berbagai arah. Karena itu, kewaspadaan dini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas daerah," ujarnya.

Mirza juga menggarisbawahi bahwa infrastruktur dan pengembangan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga infrastruktur dan pengembangan karakter masyarakat.

"Saya selalu mengungkapkan bahwa infrastruktur dan pengembangan bukan hanya tentang membangun jalan atau jembatan, bukan hanya menghadirkan investasi. Yang lebih penting adalah membangun manusianya. Karena infrastruktur dan pengembangan fisik hanya akan berjalan dengan baik apabila masyarakatnya hidup rukun, saling percaya, dan mau bekerja bersama," katanya.

Dalam kesempatan itu, Mirza mengingatkan bahwa derasnya arus informasi di era digital turut membawa tantangan berupa penyebaran hoaks dan ujaran kebencian. Oleh sebab itu, ia meminta FKUB, FPK, dan FKDM turut menjadi garda terdepan dalam meningkatkan literasi masyarakat.

"Saya memiliki harapan ketiga forum ini ikut menjadi garda terdepan dalam membangun literasi masyarakat, memperkuat budaya dialog, dan mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima informasi," ucapnya.

Selain itu, Gubernur juga menyoroti masih adanya potensi konflik sosial di Lampung, khususnya yang berkaitan dengan persoalan lahan dan agraria.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan kewaspadaan serta kerja sama seluruh pihak agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara adil dan tepat.

Ia memiliki harapan ketiga forum mampu menjadi jembatan yang mempertemukan berbagai kepentingan demi menghasilkan solusi terbaik bagi masyarakat.

Di akhir arahannya, Mirza mengajak seluruh pengurus FKUB, FPK, dan FKDM untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Forkopimda, TNI, Polri, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, akademisi, hingga seluruh elemen masyarakat guna menjaga kondusivitas daerah.

"Pertama, rawat kerukunan dengan keteladanan, karena masyarakat lebih mudah mengikuti contoh daripada mendengar nasihat. Kedua, bangun komunikasi dengan hati yang terbuka. Banyak persoalan akan bisa kita selesaikan kalau kita duduk bersama dan mau saling mendengar," pesannya.

Menutup sambutannya, Mirza menggarisbawahi bahwa menjaga keamanan dan persatuan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

"Saya yakin, apabila kebersamaan ini terus kita jaga, Lampung akan tetap menjadi provinsi yang aman, damai, dan semakin maju ke depan. infrastruktur dan pengembangan yang paling kuat adalah infrastruktur dan pengembangan yang berdiri di atas persatuan masyarakatnya," pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari