BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
membuka peluang investasi di sektor industri pengolahan kopi dengan mendorong infrastruktur dan pengembangan pabrik pengolahan di daerah tersebut.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kopi robusta yang selama ini masih banyak diolah secara manual.
Peluang investasi itu disampaikan Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, saat menerima kunjungan pengusaha asal Provinsi Lampung, Ginta Wiryasenjaya beserta jajaran di Rumah Dinas Bupati, Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, Selasa (7/7/2026).
Audiensi tersebut juga dihadiri Asisten Perekonomian dan infrastruktur dan pengembangan serta sebagian kepala perangkat daerah.
Dalam pertemuan itu, Parosil memastikan Lampung Barat merupakan salah satu sentra produksi kopi robusta terbesar di Indonesia dengan produksi mencapai sekitar 70 ribu ton per tahun yang dihasilkan lebih dari 36 ribu kepala keluarga petani.
Namun, besarnya potensi tersebut belum sepenuhnya memberikan nilai ekonomi optimal karena belum didukung industri pengolahan yang memadai.
Menurutnya, hingga kini sebagian besar proses pengolahan kopi masih dilakukan secara manual. Kondisi tersebut membuat kualitas hasil produksi belum maksimal, sehingga keberadaan pabrik pengolahan dinilai menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan daya saing kopi Lampung Barat.
"Kami juga sangat menginginkan hadirnya pabrik pengolahan kopi di Lampung Barat, karena saat ini sebagian besar pengelolaan kopi masih dilakukan secara manual sehingga kualitas hasil kopi belum cukup maksimal," ujar Parosil.
Ia menjelaskan peluang investasi di sektor kopi masih terbuka lebar, mulai dari kemitraan pembelian hasil panen (off taker), budidaya, peremajaan kebun, pengolahan, proses roasting, hingga pengembangan berbagai produk turunan kopi bernilai tambah.
Pemerintah daerah juga terus memperkuat ekosistem kopi melalui program Sekolah Kopi, peremajaan tanaman, peningkatan kualitas pascapanen, dan hilirisasi produk.
Selain menawarkan potensi industri kopi, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat juga memperkenalkan sektor pariwisata sebagai peluang investasi. Daerah ini memiliki sebagian destinasi unggulan seperti Danau Ranau, Kebun Raya Liwa, Pasar Tematik, serta berbagai objek wisata alam yang terus berkembang. Festival Budaya Sekala Bekhak yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 turut menjadi daya tarik bagi pengembangan sektor wisata.
Dengan jumlah kunjungan wisatawan yang mencapai sekitar satu juta orang setiap tahun, kebutuhan terhadap fasilitas penunjang pariwisata juga dinilai masih terbuka luas.
Peluang investasi mencakup infrastruktur dan pengembangan hotel, guest house, resort, restoran, kafe, hingga pengembangan konsep coffee tourism yang mengintegrasikan wisata dengan komoditas kopi unggulan daerah.
Parosil menginginkan kunjungan kalangan pengusaha tersebut menjadi awal terjalinnya kerja sama investasi yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia juga mengajak para pelaku usaha untuk melihat langsung potensi Lampung Barat dan berinvestasi guna menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendorong infrastruktur dan pengembangan daerah secara berkelanjutan.
Jika diinginkan, saya juga bisa membuat versi yang lebih tajam dengan gaya hard news khas media online, sehingga lead langsung menonjolkan fakta bahwa Lampung Barat belum memiliki pabrik pengolahan kopi meski menjadi salah satu produsen kopi robusta terbesar di Indonesia.