BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
2026 resmi dimulai di Kota Bandar Lampung, Selasa (25/8/2026). Mengusung tema “Nengah Nyappur”, festival tahunan ini menghadirkan rangkaian aktivitas yang memadukan seni, budaya, olahraga, kuliner, kopi, hingga ekonomi kreatif.
Festival yang berlangsung hingga 30 Agustus 2026 tersebut dipusatkan di Lapangan Saburai, Bandar Lampung.
Pemprov Lampung menjadikan perhelatan ini sebagai wadah untuk memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus mengangkat potensi pariwisata dan produk kreatif masyarakat kepada wisatawan.
Pada hari pertama, beberapa aktivitas langsung digelar, di antaranya lomba Solo Song, Fun Battle Coffee, workshop edukasi kopi, serta Krakatau Kuliner Festival “Jelajah Rasa”.
Puluhan peserta dan pelaku usaha kopi serta kuliner turut ambil bagian dalam rangkaian pembukaan tersebut.
Rangkaian aktivitas akan semakin meriah pada hari-hari berikutnya dengan berbagai agenda, seperti modern dance, festival band, kompetisi kopi, Seruit Battle, Mengan Balak, hingga aktivitas yang menyasar anak-anak.
Pelaku UMKM, komunitas kreatif, seniman, dan pelaku industri kopi juga mendapat ruang untuk mempromosikan karya serta produk mereka.
Wakil Gubernur Jihan Nurlela mengungkapkan Festival Krakatau menjadi salah satu upaya pemerintah memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai penggerak perekonomian daerah.
Menurutnya, pelaksanaan festival tersebut mengedepankan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, BUMN, BUMD, dan mitra lainnya.
"Hampir 95 persen modal anggaran untuk menyukseskan Festival Krakatau ini dari modal kolaborasi, terhimpun dari berbagai sektor swasta, BUMD, BUMN, dan mitra terkait,” ujar Jihan.
Puncak Festival Krakatau XXXV dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (29/8/2026) melalui Krakatau Run, grand final beberapa perlombaan, serta malam pembukaan Festival Krakatau.
Sementara pada Minggu (30/8/2026), aktivitas akan ditutup dengan Lampung Tapis Carnaval dan Malam Pesona Kemilau Krakatau.
Festival yang masuk dalam Kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata ini diharapkan mampu memperkuat promosi destinasi, melestarikan identitas budaya Lampung, sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.