BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Guna mendukung pelaksanaan patroli dan pelayanan masyarakat di wilayah perairan, Kodam XXI/Radin Inten mendistribusikan 15 kapal kepada beragam Koramil yang teritorialnya mencakup areal laut atau sungai.
Uji fungsi kapal tersebut dilakukan secara langsung oleh Inspektur Kodam XXI/Radin Inten Brigjen TNI Enjang, mewakili Pangdam XXI/Radin Inten Letjen TNI Kristomei Sianturi, di Radin Inten Beach, Kamis (29/10/2026).
"Ini adalah program TNI Angkatan Darat untuk mendukung sarana transportasi air sesuai dengan tipologi daerah yang berada di kodim kita," jelas Enjang.
Enjang menerangkan, alat angkut air ini berjumlah 15 unit, yaitu berupa speedboat 10 unit dan longboat 5 unit yang akan didistribusikan kepada koramil-koramil yang mempunyai wilayah pantai atau wilayah laut.
"Kalau kita lihat itu ada 11 koramil nanti yang akan mendapat distribusi ini dengan beragam ada yang dapat dua, ada yang dapat satu. Jadi jumlah keseluruhan adalah 15 boat baik itu longboat maupun speedboat," jelas dia.
Distribusi 10 unit speedboat dilakukan di Koramil 421-04/Kalianda, Koramil 422-02/Pesisir Selatan, Koramil 422-03/Pesisir Tengah, Koramil 423-06/Enggano, Koramil 424-01/Cukuh Balak, Koramil 424-03/Kota Agung, dan Koramil 429-15/Pasir Sakti.
Sedangkan 15 unit longboat didistribusikan ke Koramil 408-03/Kaur Tengah, Koramil 408-04/Kaur Selatan, Koramil 408-05/Manna, dan Koramil 422-01/Pesisir Utara.
Pembuatan kapal dilakukan selama 40 hari secara swakelola, dengan spesifikasi speedboat panjang 4,5 meter berkapasitas 6 orang, longboat sepanjang 6,2 meter kapasitas 8 orang, serta kapasitas mesin 40 PK.
"Material dari pihak ketiga, tapi seluruh pengerjaannya dari anggota TNI 15 orang dan tim teknis 2 orang, menggunakan APBN dari Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat," jelasnya.
Adapun fungsi dari kapal ini menurut Enjang adalah untuk pelaksanaan patroli di sekitaran pantai atau laut, serta bisa dimanfaatkan juga untuk membantu masyarakat dalam transportasi air oleh koramil.
"Misalnya dari Enggano mau ke pasar melalui alur-alur sungai atau alur-alur pantai ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Selain itu, nanti pada saat banjir dan lain sebagainya, longboat itu atau speedboat ini juga bisa digunakan oleh anggota-anggota di wilayah untuk membantu masyarakat di sekitar yang mempunyai wilayah pantai atau yang terdampak mungkin nanti pada saat banjir dan lain sebagainya," bebernya.
Enjang menilai hal ini merupakan salah satu program dari komando atas sehingga nanti kemanunggalan TNI rakyat bisa terjamin dan membantu kesulitan-kesulitan masyarakat yang berada khususnya di wilayah pesisir atau wilayah laut.
Ia pun menyerukan bagi masyarakat yang terdampak banjir atau memerlukan speedboat atau longboat agar bisa berkoordinasi dengan babinsa yang ada di wilayah setempat.
"Laporkan saja, misalnya perlu bantuan untuk alat angkut, mungkin dia tidak punya sarana apa perahu dan lain sebagainya untuk mengangkut orang sakit dan lain sebagainya, nanti bisa berkoordinasi bisa kontak babinsanya nanti akan dikerahkan speedboat atau longboat yang ada di wilayah masing-masing," pesannya.
"Babinsa, Koramil, Kodim bisa melaksanakan. Nanti bisa misalnya wilayah ini tidak terdampak banjir namun wilayah tetangga terkena banjir tapi gak ada perahunya, ini longboat bisa digeser. TNI hadir untuk masyarakat dalam membantu kesulitan-kesulitan rakyat yang berada di sekelilingnya," tuturnya. (*)