BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Aksi perkelahian yang melibatkan dua pelajar SMP di Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung, berakhir tragis.
Seorang remaja berusia 13 tahun mengalami luka tusuk serius setelah duel satu lawan satu dengan rekannya pada Senin, 25 Mei 2026 siang.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.15 WIB di Jalan Raden Pemuka, Gang Masjid, Lingkungan II, Kelurahan Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim.
Korban yang diketahui berinisial V, pelajar SMPN 44 Bandar Lampung, langsung dilarikan ke RSUD Dr. H. Abdul Moeluk untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, perkelahian bermula ketika korban dan terduga pelaku berinisial KAS terlibat cekcok yang berujung duel.
Dalam pertarungan tersebut, pelaku diduga terdesak hingga akhirnya mengeluarkan sebilah pisau dapur yang diselipkan di pinggangnya.
Seorang saksi mata bernama Albani mengungkapkan, pelaku kemudian menusukkan senjata tajam itu ke bagian perut dan pinggang korban hingga tersungkur bersimbah darah.
“Korban langsung jatuh setelah terkena tusukan. Warga yang melihat kejadian itu langsung berusaha menolong dan membawa korban ke rumah sakit,” ujar Albani.
Insiden tersebut sempat membuat warga sekitar panik. Beberapa warga yang berada di sekitar lokasi berupaya melerai dan mengamankan situasi sebelum aparat kepolisian tiba di tempat kejadian perkara.
Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polsek Sukarame bergerak cepat menuju lokasi dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan. Polisi juga menyita satu bilah pisau dapur yang diduga digunakan dalam aksi penusukan tersebut.
Selain aparat kepolisian, beragam tokoh masyarakat dan perangkat lingkungan setempat turut mendatangi lokasi guna memastikan situasi tetap kondusif pascakejadian.
Saat ini, penyidik masih mendalami penyebab utama perkelahian antarpelajar tersebut.
Polisi juga telah meminta keterangan dari beragam saksi, termasuk rekan korban yang berada di lokasi saat insiden terjadi.
Karena kedua pihak masih berstatus di bawah umur, proses penanganan kasus dilakukan dengan mengacu pada ketentuan sistem peradilan anak.
Hingga kini, Polisi memastikan pemeriksaan akan dilakukan secara khusus dengan melibatkan pendampingan yang sesuai prosedur.
Pascainsiden tersebut, kondisi di sekitar lokasi dilaporkan kembali normal dan aktivitas warga berlangsung seperti biasa.