Tuesday, 21 July 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

DPRD Sesalkan Dugaan Percobaan Pembakaran Lahan di Capit Urang

21 July 2026 11:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
DPRD Sesalkan Dugaan Percobaan Pembakaran Lahan di Capit Urang
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Dugaan percobaan pembakaran lahan di kawasan Wisata Alam Capit Urang, Kelurahan Purwoasri, Kecamatan Metro Utara, menuai keprihatinan dari kalangan DPRD Kota Metro. Peristiwa tersebut dinilai sebagai ancaman serius terhadap kelestarian kawasan wisata alam sekaligus ekosistem yang selama ini menjadi salah satu ruang hijau andalan di Bumi Sai Wawai.

Berdasarkan penelusuran Kupastuntas.co, ditemukan beberapa titik lahan berupa belukar di kawasan Capit Urang yang diduga sengaja dicoba dibakar oleh orang tidak dikenal (OTK). Sumber Kupastuntas.co menyebut luas lahan yang telah terbakar diperkirakan mencapai sekitar satu hektare.

Informasi mengenai dugaan pembakaran itu baru diketahui pada Minggu (19/7/2026). Menyusul adanya laporan tersebut, tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro dikabarkan telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pendataan awal.

Hingga kini, penyebab munculnya titik-titik kebakaran tersebut masih dalam proses penelusuran. Belum dapat dipastikan apakah kebakaran dipicu faktor kelalaian, unsur kesengajaan, atau penyebab lainnya. Aparat terkait masih mengumpulkan informasi dan fakta di lapangan.

Diketahui, kawasan Wisata Alam Capit Urang memiliki luas sekitar 2,6 hektare. Area tersebut merupakan bagian dari kawasan terpadu Dam Raman yang memiliki total luas mencapai sekitar 26 hektare dan selama ini diproyeksikan sebagai kawasan destinasi wisata berbasis alam di Kota Metro.

Keberadaan kawasan hijau tersebut dinilai memiliki fungsi strategis, bukan hanya sebagai lokasi wisata, tetapi juga sebagai daerah resapan air, habitat berbagai jenis flora dan fauna, serta penyangga keseimbangan lingkungan di wilayah Metro Utara.

Anggota DPRD Kota Metro dari Daerah Pemilihan (Dapil) Metro Utara, Didik Isnanto, mengaku telah menerima informasi mengenai dugaan percobaan pembakaran lahan tersebut. Ia menyayangkan adanya peristiwa yang berpotensi merusak aset lingkungan milik masyarakat itu.

"Iya, kami sudah mendapatkan informasi tersebut. Kami juga tengah melakukan penelusuran dan meminta OPD terkait beserta seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga ekosistem di kawasan Capit Urang," kata Didik saat dikonfirmasi, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, perlindungan kawasan wisata alam tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Dibutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat agar kawasan tersebut tetap terjaga dari ancaman kerusakan, terutama pada musim kemarau yang rawan kebakaran.

"Saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar kawasan ataupun memiliki lahan pertanian di dekat Capit Urang, untuk bersama-sama menjaganya," ujarnya.

Didik mengingatkan bahwa kondisi cuaca yang saat ini memasuki musim kemarau membuat vegetasi kering sangat mudah terbakar. Bahkan, api yang berasal dari hal-hal sepele sekalipun dapat memicu kebakaran yang lebih luas apabila tidak segera ditangani.

"Apalagi ini musim kemarau. Bara api sekecil apa pun, misalnya seperti puntung rokok yang dibuang sembarangan, bisa berpotensi membakar lahan yang dipenuhi dedaunan kering," tegasnya.

Ia juga memiliki harapan instansi terkait meningkatkan patroli dan pengawasan di kawasan Capit Urang selama musim kemarau berlangsung. Langkah antisipatif dinilai jauh lebih efektif dibandingkan harus melakukan pemadaman ketika api telah meluas.

Selain itu, DPRD mendorong agar dugaan penyebab munculnya titik api dapat diungkap secara menyeluruh. Jika terbukti terdapat unsur kesengajaan, maka pelakunya harus diproses sesuai ketentuan hukum agar memberikan efek jera sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kupastuntas.co masih berupaya mengonfirmasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro terkait hasil pengecekan di lokasi maupun perkembangan penelusuran dugaan percobaan pembakaran lahan tersebut. Namun, pihak DLH belum memberikan keterangan resmi. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari