BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Bandar Lampung pada 9 Mei 2026, aksi pelaku kejahatan bersenjata kembali memakan korban. Kali ini, Junaidi (50), warga Labuhan Ratu, Bandar Lampung tertembak di kaki saat berusaha menggagalkan pencurian sepeda motor ketika warga bersiap ronda malam.
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Gigih Adri Purwanto bersama jajaran mendatangi rumah korban pada Rabu, 9 September 2026.
Selain menemui korban, berdasarkan pantauan polisi juga memeriksa lokasi kejadian dan menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar tempat penembakan.
Menurutnya, langkah itu dilakukan untuk memperkuat penyelidikan sekaligus menyerahkan bantuan kepada korban yang sempat kesulitan menanggung biaya operasi.
"Iya benar hari ini kita ke sana, untuk memberikan bantuan dan menyelidiki lebih lanjut peristiwa tersebut," kata Gigih, Rabu, 9 September 2026.
Kedatangan polisi disambut keluarga dan warga sekitar. Bantuan diberikan setelah diketahui biaya operasi yang dijalani korban tidak bisa ditanggung BPJS Kesehatan sehingga harus dibantu melalui penggalangan dana warga.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 6 September 2026 sekitar pukul 21.45 WIB. Saat itu warga sedang berkumpul di sekitar kolam untuk menunggu jadwal ronda sekitar pukul 22.00 WIB.
Junaidi menceritakan suasana berubah ketika terdengar teriakan "Maling" dari arah rumah salah seorang warga yang diduga hendak dibobol pelaku.
"Awal mulanya ada teriakan 'Maling, maling, maling'. Sebelum jam 10 kami masih kumpul di kolam buat mancing. Ada teriakan maling lalu kami lari ke atas," ujarnya.
Di lokasi, warga bertemu pemilik rumah yang memberi tahu arah pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor. Sekitar delapan orang kemudian berupaya menghadang dua pelaku di jalan.
Namun situasi berubah mencekam ketika salah satu pelaku mengeluarkan senjata api. Menurut Junaidi, bahkan sebelum mendekat pelaku sudah melepaskan satu tembakan ke udara seolah memberi peringatan agar warga menyingkir.
"Begitu ramai-ramai itu dia langsung dari jauh sudah nembak ke atas buat tembakan peringatan, ngagetin suruh minggir," katanya.
Junaidi berusaha menyelamatkan diri dengan berlindung di balik sebuah mobil. Namun pelaku tetap melepaskan rentetan tembakan ke arah warga sambil memacu motornya.
"Dia lewat sempat ngebut dan sempat ngelemparin tembakan ke arah saya tiga kali," katanya.
Tak hanya sekali, pelaku kembali menembak saat terus melaju meninggalkan lokasi.
Korban mengaku sama sekali tidak menyadari dirinya terkena peluru saat kejadian berlangsung.
"Setelah dia sudah lari jauh, baru terasa kaki saya dingin dan sudah penuh sama darah," tuturnya.
Dalam peristiwa itu, pelaku disebut melepaskan sekitar enam kali tembakan sebelum berhasil kabur dari lokasi.
Warga segera membawa Junaidi ke Rumah Sakit Advent. Karena kondisinya membutuhkan penanganan lebih lanjut, ia dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek untuk menjalani operasi pada Senin, 7 September 2026.
Dokter berhasil mengeluarkan satu proyektil yang bersarang di bagian belakang lutut kaki kanannya.
"Cuma satu. Bentuknya kayak biji tangkil, agak tajam," katanya menggambarkan peluru yang diangkat dari kakinya.
Setelah menjalani operasi, Junaidi diperbolehkan pulang sehari kemudian.
Di balik proses penyembuhan itu, korban harus menghadapi persoalan biaya pengobatan. Sebagai penjual gorengan, Junaidi mengaku tidak mampu membayar biaya operasi sendiri karena tidak dapat menggunakan BPJS Kesehatan untuk tindakan yang dijalaninya.
Kondisi itu membuat warga sekitar bergerak membantu melalui penggalangan dana.
"Alhamdulillah paguyuban sini sempat galang dana. Warga nyuruh RT ngumpulin dana buat biaya operasi," ujarnya.
Ia juga mengaku sempat meminta keringanan kepada pihak rumah sakit karena keterbatasan biaya.
Junaidi mengaku belum mengetahui identitas maupun ciri-ciri dua pelaku yang menyerangnya malam itu. Meski begitu, ia menginginkan polisi segera menangkap para pelaku agar kejadian serupa tidak kembali terulang di lingkungan tempat tinggalnya.
"Harapannya semoga pelaku cepat tertangkap," katanya.
Hingga Rabu, 9 September 2026, Satreskrim Polresta Bandar Lampung diketahui masih mengumpulkan keterangan para saksi, menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, serta memburu dua pelaku yang kabur usai melepaskan rentetan tembakan saat melarikan diri. (*)