BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
dan Tahun Transformasi HKBP Distrik XXXII Lampung, Dr. Donald Harris Sihotang, S.E., M.M., mengajak generasi muda HKBP untuk tidak hanya mengejar kesuksesan, tetapi membangun hidup di atas iman, karakter, disiplin, penghormatan kepada orang tua, kecintaan terhadap budaya, serta kesetiaan kepada gereja.
Pesan tersebut disampaikan Donald saat membuka acara Seminar Motivasi dan Gondang Naposo dalam rangkaian peringatan HUT ke-6 dan Tahun Transformasi HKBP Distrik XXXII Lampung, di Gereja HKBP Tanjung Karang, Sabtu (8/8/2026).
acara tersebut diikuti sekitar 530 peserta, terdiri dari muda-mudi, panitia, pendamping dan unsur pelayanan yang berasal dari sembilan resort HKBP Distrik XXXII Lampung.
dalam pidatonya, Donald menggarisbawahi bahwa acara tersebut bukan sekadar seremonial peringatan ulang tahun gereja, tetapi merupakan investasi bagi masa depan gereja, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
"Kalau generasi mudanya kuat dalam iman, mencintai budaya dan memiliki semangat melayani, HKBP akan terus melahirkan pemimpin-pemimpin besar yang menjadi berkat bagi gereja, masyarakat, bangsa dan negara,” ujarnya.
Donald mengingatkan firman Tuhan dalam Mazmur 127:1, bahwa setiap usaha harus dimulai bersama Tuhan.
Menurutnya, kepandaian, kekayaan dan jabatan akan kehilangan makna jika tidak dibangun di atas dasar iman dan tanggung jawab moral.
"Tanpa Tuhan, kepandaian dapat membuat seseorang sombong, kekayaan dapat kehilangan makna, dan jabatan dapat disalahgunakan. Tetapi ketika Tuhan menjadi dasar kehidupan, ilmu pengetahuan akan dipakai untuk kebaikan, keberhasilan menjadi berkat, dan kekuasaan digunakan untuk melayani,” katanya.
Ia juga mengangkat tema utama acara, Pemuda Terang, Bukan Tahanan Gelap, Mar Tuhan, Mar Budaya, Mar HKBP”, sebagai kompas kehidupan bagi generasi muda.
Donald menuturkan, di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, ada tiga hal yang tidak boleh hilang dari diri generasi muda HKBP, yakni hubungan dengan Tuhan, identitas budaya, dan keterikatan dengan gereja.
Ia mengingatkan muda-mudi untuk tidak hanya mencari Tuhan ketika menghadapi masalah. Doa, firman Tuhan dan semangat Ora et Labora harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
"Jangan hanya berdoa minta nilai baik tanpa belajar, minta pekerjaan tanpa meningkatkan kemampuan, atau minta berkat masa depan sementara waktu hari ini dihabiskan sia-sia. Iman harus diwujudkan melalui tindakan,” ujarnya.
Selain itu, Donald menekankan pentingnya memahami dan menjaga budaya Batak. Menurutnya, generasi muda boleh terbuka terhadap budaya global, tetapi jangan sampai kehilangan jati diri sendiri.
Ia mengajak peserta memahami nilai-nilai Dalihan Na Tolu, menghormati orang tua, menjaga persaudaraan, mengenal marga dan silsilah keluarga, serta tidak malu menggunakan bahasa maupun melestarikan budaya Batak.
Donald juga menyinggung filosofi “Anakkon hi do hamoraon di au”, yang menggambarkan besarnya pengorbanan orang tua Batak demi pendidikan dan masa depan anak-anaknya.
"Di balik keberhasilan kalian ada doa, keringat dan pengorbanan orang tua. Hormati, kasihi dan bahagiakan mereka. Jadilah kekayaan yang membanggakan, bukan hanya karena gelar dan jabatan, tetapi karena hidup yang jujur, baik dan takut akan Tuhan,” pesannya.
Ia juga mengingatkan bahwa kecerdasan tanpa karakter tidak cukup.
"Ilmu itu penting, tetapi adab, karakter dan integritas jauh lebih penting. Ilmu membuat seseorang memperoleh pekerjaan, tetapi karakter membuatnya dipercaya,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Donald juga mengingatkan muda-mudi agar bijak menggunakan media sosial.
Ia meminta generasi muda tidak menjadikan media sosial sebagai ruang untuk menyebarkan kebencian, fitnah, hoaks, perundungan maupun mengatur konflik.
Menurutnya, jejak digital dapat menentukan masa depan seseorang.
Ia mencontohkan peristiwa kekerasan yang melibatkan anak muda Batak di Sukaraja, Teluk Betung Selatan pada Mei 2026 sebagai pelajaran agar generasi muda tidak mudah terseret emosi maupun ajakan yang salah melalui media sosial.
"Keberanian sejati bukan berani berkelahi. Keberanian sejati adalah berani berkata tidak kepada dosa, menolak ajakan yang salah, meminta maaf, mengakui kesalahan dan menjaga masa depan,” ujarnya.
Donald juga mendorong muda-mudi HKBP untuk memiliki mimpi besar.
Ia mengharapkan dari HKBP Distrik XXXII Lampung kelak lahir dokter, dosen, hakim, jaksa, polisi, guru, pengusaha, ilmuwan, seniman, anggota DPR, kepala daerah, menteri hingga pemimpin bangsa.
"Jangan takut bermimpi besar. Yang menentukan masa depan bukan tempat kelahiran, tetapi kemauan belajar, keberanian bermimpi, ketekunan bekerja dan kesetiaan kepada Tuhan,” katanya.
Sebelum menutup sambutan, Donald menitipkan empat pesan utama kepada seluruh peserta, yakni ingat Tuhan, ingat orang tua, ingat budaya dan ingat HKBP.
"Jadilah muda-mudi HKBP yang dikenal karena karakter, bukan sensasi; karena menjadi berkat, bukan karena viral,” pesannya.
Setelah sambutan pembukaan, acara dilanjutkan dengan seminar motivasi sesi pertama yang dibawakan Praeses HKBP Distrik XXXII Lampung, Pdt. Mauli Aritonang, S.Th., dengan tema “Pemuda Terang, Bukan Tahanan Kegelapan".
Dalam sesi tersebut, para peserta mendapat pembekalan mengenai pentingnya membangun kehidupan yang berlandaskan iman, berani keluar dari pengaruh negatif, serta menjadi terang di lingkungan keluarga, gereja maupun masyarakat.
Seminar kemudian dilanjutkan dengan sesi kedua yang menghadirkan motivator nasional Drs. Saut Sitompul, M.Si., yang memberikan pembekalan mengenai motivasi, pengembangan diri, budaya, karakter dan masa depan generasi muda.
Usai dua sesi pembekalan, rangkaian acara dilanjutkan dengan Gondang Naposo yang diikuti muda-mudi dari sembilan resort.
Gondang Naposo tidak hanya menjadi ruang hiburan dan kebersamaan, tetapi juga sarana memperkenalkan dan melestarikan budaya Batak, mempererat persaudaraan antar-muda-mudi, sekaligus membangun pergaulan yang sehat dalam bingkai iman dan adat.
Donald mengharapkan acara tersebut melahirkan generasi muda yang semakin mencintai Tuhan, menghormati orang tua, bangga terhadap budaya Batak, aktif dalam pelayanan HKBP, serta memiliki karakter dan integritas yang kuat.
"Kalian adalah generasi penerus keluarga, HKBP, budaya Batak dan bangsa Indonesia. Ke mana pun Tuhan membawa kalian kelak, jangan pernah lupa dari mana kalian berasal. Tetap rendah hati ketika berhasil dan tetap kuat ketika menghadapi kegagalan,” pungkasnya.