BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
canting, malam, dan hamparan hijau tanaman teh berpadu menjadi pengalaman wisata yang berbeda di Wisata Agro Wonosari, Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Di bawah kesejukan lereng Gunung Arjuno, PTPN I Regional 5 menghadirkan aktivitas edukasi yang mengajak wisatawan tak sekadar menikmati panorama, tetapi juga belajar membatik dan membawa pulang karya buatan sendiri.
Pengalaman tersebut dirasakan Tutik Wijayanti, salah seorang wisatawan yang mengikuti paket edukasi membatik di Wisata Agro Wonosari. Menurut dia, aktivitas tersebut memberikan pengalaman baru yang menyenangkan karena memadukan suasana alam dengan agenda kreatif.
“Pengalaman baru yang menyenangkan. Hasil membatiknya juga bisa dibawa pulang sebagai kenang-kenangan,” ujar Tutik.
Melalui pengembangan wisata agro berbasis edukasi dan kreativitas, PTPN I Regional 5 terus memperkaya pengalaman pengunjung di kawasan Kebun Teh Wonosari. Paket edukasi membatik ditawarkan dengan tarif Rp125.000 per orang, yang memberikan kesempatan kepada wisatawan untuk mengenal proses membatik sekaligus menghasilkan karya yang dapat dibawa pulang.
Pengunjung dapat memilih aktivitas membatik tradisional menggunakan malam dengan teknik canting maupun pewarnaan kain menggunakan teknik shibori dari Jepang. Seluruh peralatan dan bahan telah disiapkan pengelola, termasuk kain dan perlengkapan pendukung agenda.
Asisten Agrowisata Wonosari Rosalia Sandra Jullien menyampaikan, pengembangan aktivitas tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan pengalaman wisata yang lebih beragam dan bermakna.
“Kami ingin setiap wisatawan yang berkunjung ke Kebun Teh Wonosari tidak sekadar pulang membawa foto keindahan alam, tetapi juga membawa cerita, keterampilan baru, dan kenangan dari hasil karya mereka sendiri,” kata Rosalia di Malang, Rabu (23/9/2026).
Dalam aktivitas membatik, peserta diperkenalkan pada tahapan dasar penggunaan canting dan malam. Dengan pendampingan pemandu, wisatawan dapat menuangkan pola di atas kain sekaligus mengenal lebih dekat proses pembuatan batik sebagai bagian dari warisan budaya Nusantara.
Paket tersebut mencakup tiket masuk kawasan, peralatan membatik seperti canting, wajan, kompor dan malam, kain blacu, panduan pola, serta fasilitas spot foto di kawasan kebun.
“Selain mengenalkan proses membatik, aktivitas ini juga mengajak peserta untuk lebih sabar dan teliti dalam menghasilkan sebuah karya,” ujar Rosalia.
Bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi seni pewarnaan kain, tersedia pula aktivitas shibori. Teknik pewarnaan asal Jepang ini menghasilkan corak khas melalui proses melipat, mengikat, dan mencelup kain. Variasi teknik dalam melipat dan mengikat membuat setiap karya memiliki motif yang berbeda.
Paket shibori ditawarkan dengan tarif Rp125.000 per orang dengan minimal reservasi 10 orang. Aktivitas tersebut dapat menjadi pilihan bagi rombongan sekolah, komunitas, keluarga maupun perusahaan yang ingin menggelar agenda bersama di tengah suasana perkebunan.
“Setiap lipatan dan ikatan menghasilkan corak yang berbeda. Karena prosesnya dilakukan secara manual, setiap karya memiliki karakter yang unik dan tidak selalu menghasilkan motif yang sama,” kata Rosalia.
Kehadiran aktivitas seni dan edukasi tersebut menjadi bagian dari pengembangan Wisata Agro Wonosari oleh PTPN I Regional 5. Kawasan perkebunan tidak hanya menawarkan kesejukan dan lanskap hijau, tetapi juga ruang bagi wisatawan untuk belajar, berkreasi, dan merasakan langsung pengalaman yang lebih dekat dengan budaya dan lingkungan perkebunan.
Di tengah hamparan tanaman teh dan udara pegunungan, perjalanan wisata pun memperoleh makna yang lebih personal. Pengunjung tidak hanya menikmati keindahan Wonosari, tetapi juga dapat membawa pulang sebuah karya sekaligus cerita dari pengalaman yang mereka ciptakan sendiri.
Bagi masyarakat maupun rombongan yang berminat mengikuti agenda membatik dan shibori, reservasi dapat dilakukan melalui layanan resmi Wisata Agro Wonosari di nomor 0811-3637-198.