Tuesday, 21 July 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

DLH dan Pengelola Capit Urang Beberkan Lokasi Kebakaran Lahan di Metro Utara

21 July 2026 12:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
DLH dan Pengelola Capit Urang Beberkan Lokasi Kebakaran Lahan di Metro Utara
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro dan pengelola kawasan wisata Capit Urang meluruskan informasi yang berkembang terkait kebakaran lahan di wilayah Metro Utara. Keduanya menggarisbawahi bahwa lokasi kebakaran yang terjadi bukan berada di kawasan Wisata Alam Capit Urang, melainkan di dua titik yang lokasinya berbeda.

Kepala DLH Kota Metro, Suwandi, menjelaskan bahwa lokasi yang ditinjau oleh tim DLH merupakan kebakaran di lahan perkebunan pohon jabon yang berada di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Metro Utara. Lahan tersebut berada di sekitar kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Karangrejo.

Menurutnya, informasi yang mengaitkan hasil peninjauan DLH dengan kawasan Capit Urang tidak tepat karena merupakan dua peristiwa yang berbeda. Hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi mengenai kondisi di kawasan wisata tersebut.

"Itu yang di kebun Jabon, bukan yang di Capit Urang. Tapi yang dekat TPAS Karangrejo, itu yang terbakar kebun Jabon punya HKTI. Yang di Capit Urang saya belum tahu," kata Suwandi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (21/7/2026).

Suwandi mengungkapkan, hasil peninjauan lapangan telah disampaikan secara tertulis kepada Wali Kota Metro. Laporan tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam pembahasan lebih lanjut mengenai langkah-langkah yang akan diambil pemerintah.

"Hasilnya baru saya laporkan ke Wali Kota kemarin secara tertulis. Nanti kita akan rapat, dan arahan wali kota seperti apa nanti," ujarnya.

Ia menambahkan keterangan, pemerintah juga mulai mengantisipasi kemungkinan meluasnya kebakaran menuju kawasan TPA Karangrejo. Menurutnya, pengawasan di sekitar lokasi perlu diperkuat agar api tidak merembet ke area yang lebih luas.

"Harapannya nanti mungkin ada perlu penjagaan, takutnya nanti masuk ke TPA. Luasnya nanti kita pastikan lagi, saya belum tahu persis," imbuhnya.

Di sisi lain, Pengurus Wisata Alam Capit Urang, Kelurahan Purwoasri, Kecamatan Metro Utara, Suyono, turut memberikan klarifikasi atas informasi yang beredar di masyarakat. Ia menggarisbawahi bahwa lahan yang terbakar bukan berada di dalam kawasan Capit Urang, melainkan di kawasan Raman Asri yang letaknya berdampingan dengan objek wisata tersebut.

Menurut Suyono, penyebutan lokasi kebakaran perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Sebab, kawasan Raman Asri dan Capit Urang memang saling berdekatan sehingga kerap dianggap sebagai satu lokasi.

"Perlu kami luruskan bahwa lokasi yang terbakar itu bukan Capit Urang. Kalau yang dekat jembatan gantung itu namanya Raman Asri. Dulunya yang mengelola pemerintah, itu lokasinya di dekat bangunan yang banyak mangkrak itu," jelas Suyono.

Ia kembali menggarisbawahi bahwa kawasan Wisata Alam Capit Urang tidak menjadi lokasi kebakaran sebagaimana informasi yang sempat berkembang. Menurutnya, titik api berada di lahan belukar kawasan Raman Asri yang berbatasan langsung dengan Capit Urang.

 

"Yang pasti, lahan yang terbakar itu bukan di Capit Urang. Namanya Raman Asri, memang bersebelahan dengan Capit Urang," tegasnya.

Klarifikasi dari DLH maupun pengelola wisata diharapkan dapat mengakhiri simpang siur informasi mengenai lokasi kebakaran. Pasalnya, pemberitaan yang tidak tepat dikhawatirkan dapat memengaruhi citra kawasan wisata alam yang selama ini menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat Kota Metro.

Sementara itu, pemerintah masih terus melakukan pendataan dan penelusuran untuk memastikan luas lahan yang terdampak serta penyebab pasti kebakaran. Hingga kini belum ada kesimpulan resmi apakah kebakaran dipicu faktor alam, kelalaian manusia, maupun unsur kesengajaan.

Diketahui, lahan yang ditinjau DLH merupakan perkebunan pohon jabon (Neolamarckia cadamba), yakni jenis pohon hutan tropis yang memiliki pertumbuhan sangat cepat dengan batang lurus dan kayu ringan. Pohon ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri kertas, kayu lapis, hingga material bangunan sehingga memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.

Pemerintah Kota Metro memastikan akan terus memantau perkembangan di lapangan dan menyiapkan langkah antisipasi agar kebakaran tidak meluas ke kawasan strategis lainnya, termasuk TPA Karangrejo maupun area wisata di sekitarnya. Di saat yang sama, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari