Monday, 03 August 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Disdikbud Lampung Siapkan MPLS bagi 29 Peserta PJJ, Pendaftaran Gelombang Kedua Segera Dibuka

03 August 2026 14:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Disdikbud Lampung Siapkan MPLS bagi 29 Peserta PJJ, Pendaftaran Gelombang Kedua Segera Dibuka
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung mencatat sebanyak 35 orang mendaftar pada gelombang pertama Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diperuntukkan bagi masyarakat yang putus sekolah.

Namun, setelah melalui proses verifikasi administrasi, hanya 29 orang yang dinyatakan memenuhi persyaratan dan akan segera mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai awal dimulainya agenda belajar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico mengungkapkan, meski jumlah pendaftar belum banyak, pihaknya bersyukur program tersebut mulai mendapat respons dari masyarakat.

"Dari empat sekolah yang ditunjuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh, ternyata yang berminat baru 35 orang. Dari 35 orang itu kami verifikasi berkasnya dan yang memenuhi syarat sebanyak 29 orang. Oleh karena itu, 29 orang ini akan segera mengikuti MPLS dalam waktu dekat," kata Thomas saat dimintai keterangan, Senin (3/8/2026).

Ia mengungkapkan, setelah pelaksanaan gelombang pertama, Disdikbud Lampung akan kembali membuka pendaftaran gelombang kedua pada Agustus 2026. Jadwal pembukaan masih akan dikoordinasikan agar pelaksanaan program dapat berjalan maksimal.

"Kami akan membuka gelombang kedua pada bulan Agustus ini. Nanti kami pastikan tanggalnya supaya pelaksanaannya bisa maksimal," ujarnya.

Thomas menginginkan masyarakat yang belum sempat mendaftar pada gelombang pertama dapat memanfaatkan kesempatan tersebut. Menurutnya, masih tersedia peluang bagi masyarakat yang ingin kembali melanjutkan pendidikan melalui sistem pembelajaran jarak jauh.

"Alhamdulillah sudah ada peminat. Sebanyak 35 orang mendaftar dan 29 orang lolos verifikasi. Gelombang pertama akan dimulai dengan MPLS, kemudian gelombang kedua akan kami buka. Kami mengajak masyarakat yang ingin tetap bersekolah dan melanjutkan pendidikan melalui PJJ agar segera mendaftar karena masih ada kesempatan," katanya.

Program PJJ di Provinsi Lampung saat ini diadakan di empat sekolah, yakni SMA Negeri 1 Pagar Dewa, SMA Negeri 1 Gunung Sugih, SMA Negeri 2 Bandar Lampung, dan SMA Negeri 1 Rawajitu Selatan. Adapun sekolah induk program tersebut adalah SMA Negeri 2 Bandar Lampung.

Thomas menjelaskan, peserta PJJ harus memenuhi beberapa persyaratan, di antaranya memiliki jeda minimal satu tahun setelah lulus atau berhenti sekolah.

Dengan demikian, lulusan baru tidak diperkenankan langsung mengikuti program tersebut. Selain itu, calon peserta juga wajib melengkapi ijazah dan persyaratan administrasi lainnya. Program ini diprioritaskan bagi masyarakat berusia sekitar 18 hingga 19 tahun.

"Peserta harus memiliki jeda satu tahun. Jadi tidak boleh baru lulus langsung mendaftar di PJJ. Selain itu, ijazah dan persyaratan lainnya juga harus dilengkapi," jelasnya.

Untuk pelaksanaan MPLS, Thomas mengungkapkan kemungkinan akan diawali dengan pertemuan tatap muka sebagai ajang perkenalan, sebelum proses pembelajaran sepenuhnya diadakan secara daring.

"Di awal kemungkinan ada tatap muka dulu untuk perkenalan, setelah itu proses pembelajarannya lebih banyak dilakukan secara daring," ujarnya.

Menurut Thomas, tantangan terbesar dalam pelaksanaan program PJJ adalah membangun motivasi masyarakat untuk kembali bersekolah. Sebab, sebagian besar sasaran program merupakan masyarakat yang telah bekerja bahkan sudah berkeluarga sehingga minat untuk melanjutkan pendidikan masih relatif rendah.

"Kendalanya lebih kepada motivasi. Banyak yang sudah bekerja dan sudah berkeluarga. Karena itu kami ingin meyakinkan bahwa program ini tidak akan mengganggu pekerjaan mereka. Sistem pembelajarannya dibuat fleksibel dan menyesuaikan kondisi peserta sehingga mereka tetap bisa mencari nafkah sambil menyelesaikan pendidikan," katanya.

Ia menginginkan semakin banyak masyarakat memanfaatkan program tersebut agar kesempatan memperoleh pendidikan menengah tetap terbuka meski telah putus sekolah.

"Kami menginginkan masyarakat mau mendaftar pada gelombang kedua. Program ini dibuat agar mereka tetap bisa bekerja sekaligus melanjutkan pendidikan," pungkas Thomas. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari