Tuesday, 21 July 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Disdikbud Lampung Perketat Seleksi Program Kerja ke Jepang, 193 Siswa Masuk Tahap Pemantapan

21 July 2026 15:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Disdikbud Lampung Perketat Seleksi Program Kerja ke Jepang, 193 Siswa Masuk Tahap Pemantapan
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Sebanyak 193 siswa asal Lampung yang telah lolos proses asesmen awal kini memasuki tahap pemantapan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) sebagai bagian dari program persiapan bekerja di Jepang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menyebutkan seluruh peserta telah menyelesaikan proses screening tahap pertama. Selanjutnya mereka akan mengikuti pelatihan intensif di LPK selama kurang lebih dua bulan sebelum diberangkatkan ke Jepang.

"Yang sekarang lagi diberangkatkan ke LPK hampir 193 orang. Mereka sudah selesai screening tahap pertama. Selanjutnya akan masuk LPK untuk pemantapan selama dua bulan, kemudian akan kita berangkatkan ke Jepang," kata Thomas saat dimintai keterangan, Selasa (21/7/2026).

Menurut Thomas, Disdikbud Provinsi Lampung juga tengah membuka rekrutmen angkatan kedua program tersebut. Berbeda dengan sebelumnya, proses seleksi akan dilakukan lebih ketat agar peserta yang lolos benar-benar memenuhi persyaratan dan mampu menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan.

Ia menjelaskan, screening akan mencakup pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari kondisi mata, kesehatan fisik, tinggi badan hingga riwayat cedera tulang. Selain itu, kesiapan mental peserta juga menjadi salah satu aspek penting dalam proses seleksi.

"Kita akan screening lebih ketat, termasuk cek kesehatan awal. Dari mata, fisik, tinggi badan, sampai kondisi tulang harus benar-benar memenuhi syarat. Mental juga kita seleksi supaya mereka yang masuk kelas vokasi memang sungguh-sungguh dan tidak berhenti di tengah jalan," ujarnya.

Thomas menuturkan, seleksi ketat dilakukan sejak awal karena persyaratan bekerja di Jepang memang cukup tinggi. Dengan demikian, peserta yang mengikuti pelatihan memiliki peluang lebih besar untuk lolos hingga tahap penempatan kerja.

"Kita ingin memastikan sejak awal mereka memenuhi persyaratan. Jangan sampai saat proses pembelajaran atau pelatihan justru berhenti di tengah jalan karena terkendala kondisi fisik atau persyaratan lainnya," katanya.

Selain itu, pola pembelajaran pada angkatan berikutnya juga akan diperkuat. Jika sebelumnya pelatihan bahasa Jepang hanya diberikan melalui agenda ekstrakurikuler dua kali dalam sepekan, kini peserta akan mengikuti pembelajaran bahasa Jepang setiap hari selama empat hingga lima bulan.

"Kalau sebelumnya seminggu dua kali karena masih ekstrakurikuler. Sekarang yang memang fokus ingin berangkat ke Jepang akan belajar bahasa Jepang setiap hari selama empat sampai lima bulan," jelas Thomas.

Ia menambahkan keterangan, pembukaan angkatan kedua akan segera dimulai dan ditujukan bagi lulusan baru. Proses seleksi direncanakan berlangsung dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

Adapun peluang kerja yang tersedia di Jepang cukup beragam, mulai dari caregiver (perawat lansia), konstruksi, hospitality, hingga berbagai sektor lainnya yang disesuaikan dengan minat dan kompetensi masing-masing peserta.

"Program ini terus kita siapkan agar semakin banyak lulusan di Lampung yang memiliki kompetensi dan kesempatan bekerja di Jepang sesuai bidang peminatannya," pungkas Thomas. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari