BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Kupastuntas.co, Lampung Selatan – Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Lampung menggandeng Pondok Pesantren Arraodhotul Wahidah di Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, untuk memperkuat pembinaan anak jalanan melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, dan pemberdayaan ekonomi dalam program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN).
Langkah tersebut ditandai dengan kunjungan kerja sekaligus koordinasi Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Lampung, Kombes Pol A.F. Indra Napitupulu, S.I.K., M.H., ke Pondok Pesantren Arraodhotul Wahidah, Dusun 5 Jati Sari, Desa Jati Mulyo, Kecamatan Jati Agung, Senin (2/11/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Indra menekankan bahwa program POLIRAN merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya anak jalanan dan kelompok masyarakat yang membutuhkan pembinaan agar memiliki keterampilan, kemandirian, serta kesempatan memperoleh pekerjaan.
Menurutnya, penanganan persoalan sosial, termasuk anak jalanan dan pengangguran, tidak cukup hanya melalui pendekatan keamanan, tetapi juga membutuhkan langkah nyata melalui pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
"Melalui program POLIRAN, kami ingin membantu anak-anak jalanan dan masyarakat yang membutuhkan pembinaan agar mendapatkan pendidikan, keterampilan, serta kesempatan untuk memiliki masa depan yang lebih baik," ujar Indra.
Ia menjelaskan, gagasan pembinaan anak jalanan melalui pendidikan dan pelatihan keterampilan sebenarnya telah dirintis sebelum adanya program POLIRAN. Namun, melalui program tersebut, upaya pembinaan diharapkan dapat diperluas dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan, pondok pesantren, dan dunia usaha.
Indra juga menekankan pentingnya memberikan pembinaan secara menyeluruh kepada para santri, baik melalui pendidikan agama, pendidikan formal, pembentukan karakter, maupun pelatihan keterampilan sesuai minat dan kemampuan masing-masing.
"Kami menginginkan para santri tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan dan kemandirian. Dengan demikian, setelah menyelesaikan pendidikan, mereka mampu bekerja, membuka usaha sendiri, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," jelasnya.
Polri Siapkan Sinergi dengan Dunia Usaha
Indra mengungkapkan, Ditbinmas Polda Lampung akan berupaya mengidentifikasi anak jalanan dan masyarakat yang membutuhkan pembinaan untuk diarahkan mengikuti pendidikan serta pelatihan keterampilan di Pondok Pesantren Arraodhotul Wahidah.
Selain itu, pihaknya juga berencana menjalin komunikasi dengan perusahaan dan pelaku usaha untuk membuka peluang penempatan kerja bagi santri yang telah memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja.
Menurutnya, sinergi antara Polri, lembaga pendidikan, dan dunia usaha menjadi langkah penting dalam membantu mengurangi pengangguran sekaligus mencegah munculnya berbagai persoalan sosial di masyarakat.
"Harapannya, program POLIRAN dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, sekaligus mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif," ungkapnya.
Ponpes Siap Tampung dan Bina Anak Jalanan
Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Arraodhotul Wahidah, Ustadz Hasan Basri, menyambut baik kunjungan dan rencana kerja sama dengan Ditbinmas Polda Lampung.
Ia menjelaskan, pondok pesantren yang berdiri sejak 2013 tersebut mengembangkan konsep pendidikan yang mengutamakan pembentukan karakter Islami, nilai-nilai kemanusiaan, serta keterampilan dan kemandirian santri.
Saat ini, pondok pesantren memiliki 65 santri, terdiri atas 35 laki-laki dan 30 perempuan, dengan latar belakang sosial dan ekonomi yang beragam, termasuk anak jalanan dan anak yatim piatu.
Selain pendidikan agama dan formal, para santri juga mendapatkan berbagai pelatihan keterampilan, antara lain budi daya lobster air tawar, ikan lele dan nila, pembuatan tahu dan tempe, perbengkelan sepeda motor, konveksi, hingga keterampilan konstruksi bangunan.
Bahkan, hasil pelatihan pembuatan batako telah dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan daerah fasilitas pondok pesantren secara mandiri.
Hasan menekankan pihaknya siap menerima anak jalanan maupun masyarakat yang membutuhkan pendidikan dan pembinaan melalui kerja sama dengan Polda Lampung.
"Kami menyambut baik program POLIRAN dan siap bekerja sama dalam memberikan pendidikan serta pelatihan keterampilan bagi anak-anak jalanan agar mereka memiliki bekal untuk hidup mandiri," ujarnya.
Kisah Syawal, Mantan Manusia Silver yang Kini Memiliki Keterampilan
Salah satu kisah yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut adalah pengalaman Syawal (17), seorang remaja yang sebelumnya menjalani kehidupan sebagai anak jalanan dengan bekerja sebagai manusia silver.
Syawal mengaku telah sekitar lima tahun mengikuti pendidikan dan pembinaan di Pondok Pesantren Arraodhotul Wahidah.
Selama berada di pondok pesantren, ia mendapatkan pendidikan agama, pendidikan formal, serta berbagai pelatihan keterampilan.
Kini, Syawal telah mampu membuat tahu, batako, dan menguasai beragam keterampilan dasar pekerjaan konstruksi bangunan.
Ia mengaku bersyukur karena mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki kehidupannya melalui pendidikan dan pembinaan di pondok pesantren.
Pengalaman Syawal menjadi salah satu contoh bagaimana pendidikan dan pelatihan keterampilan dapat membuka kesempatan bagi anak jalanan untuk mengembangkan potensi serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Dorong Kemandirian dan Cegah Persoalan Sosial
Melalui kerja sama tersebut, Ditbinmas Polda Lampung menginginkan program POLIRAN dapat menjadi wadah pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Program ini tidak hanya diarahkan untuk memberikan pendidikan dan keterampilan, tetapi juga membuka akses terhadap dunia kerja sehingga para peserta pembinaan memiliki peluang memperoleh penghasilan secara mandiri.
Dengan pendekatan tersebut, Polri menginginkan anak jalanan dan masyarakat yang membutuhkan pembinaan dapat meningkatkan kualitas hidup sekaligus terhindar dari berbagai persoalan sosial.
Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri Kasibinturmas Kompol Yaya Karyadi, S.Ag., M.Si., beragam personel Ditbinmas Polda Lampung, serta pengurus dan santri Pondok Pesantren Arraodhotul Wahidah. (*)