Monday, 07 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Damkar Tanggamus Bersihkan Sejumlah Sekolah dan Fasilitas Terdampak Abu Anak Krakatau

07 September 2026 16:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
Damkar Tanggamus Bersihkan Sejumlah Sekolah dan Fasilitas Terdampak Abu Anak Krakatau
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Krakatau mulai merangsek ke ruang-ruang belajar dan menutup fasilitas publik, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tanggamus tak menunggu lama. Armada semprot diturunkan, menyapu debu vulkanik yang mengendap di sekolah hingga kawasan wisata.

Langkah cepat itu diambil di tengah meluasnya sebaran abu vulkanik Anak Krakatau yang kini tak hanya menutupi atap rumah warga, tetapi juga mengancam aktivitas belajar-mengajar dan kesehatan masyarakat di 20 kecamatan di Tanggamus.

Penyemprotan dilakukan petugas Damkar pada Senin (7/9/2026) di sebagian titik yang terdampak hujan abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Hingga Sore, petugas tercatat memberikan pelayanan di dua sekolah, yakni SDN 1 Kampung Baru, Kecamatan Kota Agung Timur, dan SDN 2 Pekon Sedayu, Kecamatan Semaka. Selain itu, petugas juga dikerahkan ke kawasan Wisata Muara Indah, Kecamatan Kota Agung.

Pelayanan penyemprotan tersebut menjadi bagian dari respons pemerintah daerah setelah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebagian wilayah di Tanggamus terdampak sebaran abu vulkanik, meliputi Pematang Sawa, Cukuh Balak, Semaka, dan Kota Agung. Hingga pemutakhiran terakhir BNPB, belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan.

Kecepatan menjadi kunci dalam penanganan kali ini. Di SDN 2 Pekon Sedayu, laporan kebutuhan penyemprotan disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah, Zairi.

Begitu laporan diterima, petugas Damkar langsung bergerak. Waktu respons tercatat hanya sekitar lima menit. Penyemprotan difokuskan untuk membersihkan abu tebal yang menempel di halaman dan lingkungan sekolah agar aktivitas belajar bisa kembali aman.

Kepala Bidang Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tanggamus, Asmuni, mewakili Kepala Dinas Frdaus Tarunajaya, menyampaikan penyemprotan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat dan fasilitas yang terdampak.

"Untuk sementara, laporan yang kami terima ada penyemprotan di SDN 1 Kampung Baru, SDN 2 Sedayu dan Wisata Muara Indah. Petugas sudah berada di lokasi untuk melakukan penanganan," kata Asmuni didampingi Kepala Bidang Pencegahan, Andi Kholil, Senin.

Menurut Asmuni, petugas akan terus memberikan pelayanan sesuai kebutuhan di lapangan. Masyarakat yang membutuhkan pembersihan skala besar diminta berkoordinasi dengan pos pemadam kebakaran terdekat.

Sebelumnya, petugas Damkar Tanggamus juga telah melakukan penyemprotan di rumah dinas Bupati Tanggamus sebagai bagian dari pembersihan abu vulkanik.

Penanganan di Tanggamus berlangsung saat aktivitas Gunung Anak Krakatau belum sepenuhnya mereda.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Senin (7/9/2026) mengemukakan episode erupsi menerus selama sekitar 25 jam telah berakhir. Erupsi tersebut berlangsung sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB hingga Minggu (6/9/2026) pukul 00.04 WIB.

Namun, Badan Geologi menekankan ancaman belum selesai. Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan pola letusan ringan secara berkala. Setelah erupsi menerus berakhir, tercatat tiga kali erupsi strombolian dengan kolom abu berwarna hitam.

Pemantauan kegempaan pada 6-7 September juga masih tinggi. Tercatat tiga gempa erupsi, sembilan gempa hembusan, 93 gempa low frequency, 98 gempa hybrid/fase banyak, empat gempa tremor menerus, serta satu gempa vulkanik dangkal.

Karena itu, status Gunung Anak Krakatau masih bertahan di Level III atau Siaga. Potensi bahaya berupa lontaran batu pijar, hujan abu lebat, hingga aliran lava jika erupsi menerus kembali terjadi, masih ada.

Di Tanggamus sendiri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 20 kecamatan terdampak abu vulkanik. Kondisi ini membuat pembersihan tidak cukup hanya di rumah warga, tetapi juga menyasar fasilitas umum, sekolah, tempat wisata, hingga jalan lingkungan.

ISPA Meningkat, Penanganan Lintas Sektor

Dampak kesehatan mulai terlihat. Pemprov Lampung mencatat lonjakan kunjungan ke fasilitas kesehatan di Tanggamus.

Pada 5 September 2026 tercatat 52 kunjungan, dengan 46 kasus ISPA. Sehari kemudian, 6 September, kunjungan melonjak menjadi 158 orang dengan 76 kasus ISPA. Artinya, dalam satu hari terjadi kenaikan 106 kunjungan dan tambahan 30 kasus ISPA.

Wakil Orang nomor satu di Lampung Jihan Nurlela meminta fasilitas kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk memastikan ketersediaan obat, bahan medis habis pakai, oksigen, dan sistem rujukan. Warga di wilayah terdampak diminta mengurangi aktivitas luar rumah dan selalu menggunakan masker, pakaian lengan panjang, dan pelindung mata, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan.

Penanganan kini dilakukan lintas sektor. Selain Damkar dan BPBD, terlibat Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Basarnas, TNI, Polri, dan unsur terkait lainnya.

Polres Tanggamus dan jajaran Polsek juga telah membagikan masker kepada warga sejak Sabtu (5/9/2026) hingga Minggu (6/9/2026), baik secara mandiri maupun bersama UPT Puskesmas.

Pembersihan dengan penyemprotan air menjadi krusial. Sebab, abu yang telah mengendap di atap dan halaman dapat kembali beterbangan tertiup angin dan terhirup warga. Badan Geologi pun mengingatkan agar pembersihan dilakukan hati-hati, tidak membuat abu kembali ke udara.

Di tengah kondisi Gunung Anak Krakatau yang masih Siaga, pemerintah meminta masyarakat tetap tenang namun waspada. Masyarakat, wisatawan, dan pendaki dilarang mendekati gunung dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas.

BMKG juga terus memantau sebaran abu vulkanik. Pada 6 September, sebaran abu teridentifikasi meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu, dengan arah pergerakan berbeda pada tiap ketinggian.

Bagi Tanggamus, pekerjaan kini ada dua: membersihkan abu yang sudah menutup sekolah dan fasilitas publik, dan memastikan abu itu tidak kembali masuk ke paru-paru warga.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari