BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026, komitmen pencegahan stunting di Kabupaten Pesawaran terus diperkuat.
Langkah nyata ini diwujudkan melalui edukasi gizi bagi orang tua sekaligus penyaluran bantuan nutrisi bagi balita di Balai Desa Sukadadi, Kecamatan Gedong Tataan.
Suasana hangat diselimuti antusiasme tampak saat 85 balita didampingi orang tua mereka menyimak pemaparan dari para ahli gizi dan pakar pengasuhan.
Anak-anak penerima manfaat ini berasal dari enam desa, yakni Desa Sukaraja, Sukadadi, Gedong Tataan, Karang Anyar, Pampangan, dan Way Layap.
Desa-desa tersebut menjadi sasaran utama penerima manfaat Program Satu Telur Sehari (STS) yang digulirkan oleh Alfamart selama enam bulan berturut-turut.
Intervensi Berkelanjutan: Tak Cuma Bagikan Telur
Program STS yang dijalankan Alfamart pada 2026 menjadi penyaluran terbesar sejak pertama kali diluncurkan pada 2022. Selama periode Mei hingga Oktober 2026, program ini menjangkau 2.700 anak usia 1–3 tahun yang terindikasi stunting di 39 kabupaten/kota, dengan total alokasi mencapai lebih dari 510.000 butir telur.
Namun, intervensi yang dilakukan tidak berhenti pada pembagian fisik semata.
Alfamart melengkapinya dengan edukasi pola asuh dan pemenuhan gizi agar dampaknya terasa jangka panjang.
General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, mengungkapkan bahwa pendekatan komprehensif ini telah membuktikan hasil positif pada pelaksanaan tahun sebelumnya.
"Dari hasil monitoring internal kami di tahun 2025, sebanyak 72 persen anak penerima manfaat berhasil mengalami peningkatan berat badan. Angka ini menjadi bukti bahwa ketika nutrisi tepat diberikan dan didampingi pola asuh yang baik, anak-anak kita bisa tumbuh lebih sehat," ujar Rani.
Pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)
Dalam sesi edukasi interaktif, Ketua DPD IPeKB Provinsi Lampung, Dra. Mariyati, mengingatkan para ibu akan pentingnya mengawal masa 1.000 HPK—periode emas sejak awal konsepsi hingga anak berusia dua tahun.
Menurut Mariyati, pencegahan stunting wajib menopang tiga pilar pengasuhan utama;
Asah: Mengoptimalkan perkembangan otak melalui stimulasi mental yang tepat.
Asih: Memberikan kasih sayang dan rasa aman untuk mendukung penyerapan nutrisi.
Asuh: Memenuhi gizi seimbang, melengkapi imunisasi, dan menjaga kebersihan lingkungan.
Superfood Murah: Mengapa Harus Telur?
Menjawab alasan teknis pemilihan telur dalam program ini, Ahli Gizi Puskesmas Gedong Tataan, Yulies Fitriani, S.Gz, membeberkan kandungan luar biasa di dalam sebutir telur bagi tumbuh kembang anak.
"Telur adalah superfood yang padat nutrisi. Untuk fisik, telur mengandung protein tinggi dan leusin yang sangat mudah diserap tubuh untuk membentuk jaringan otot," jelas Yulies.
"Telur mengandung kolin, bahan baku utama pembentukan asetilkolin yang berperan penting mendukung fungsi kognitif, daya ingat, serta sistem saraf otak anak," pungkasnya.
Melalui kolaborasi edukasi dan pemenuhan gizi ini, diharapkan anak-anak di Pesawaran dapat tumbuh optimal sebagai generasi penerus bangsa yang sehat dan cerdas.