Monday, 31 August 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Cegah LGBT, MAN 1 Bandar Lampung Pakai Aplikasi 'Asri' dan Gandeng Guru BK

31 August 2026 18:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Cegah LGBT, MAN 1 Bandar Lampung Pakai Aplikasi 'Asri' dan Gandeng Guru BK
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

BANDAR LAMPUNG— Maraknya kampanye dan penyebaran paham LGBT yang kian masif secara global mendapat perhatian serius dari lingkungan madrasah. 

Kepala MAN 1 Bandar Lampung, Lukman Hakim, memastikan komitmennya untuk membentengi para siswa dari pengaruh lingkungan yang menyimpang.

Upaya pencegahan ini dinilai penting lantaran peserta didik di tingkat madrasah berada pada rentang usia remaja yang sedang dalam masa pencarian jati diri, sehingga cukup rentan terpapar jika salah dalam memilih pergaulan.

Kepala MAN 1 Bandar Lampung, Lukman Hakim menjelaskan, selain memberikan pemahaman dan edukasi secara teoritis melalui acara pembelajaran di kelas, pihak madrasah juga mengoptimalkan peran guru Bimbingan Konseling (BK) untuk melakukan pengawasan ketat terhadap perilaku harian siswa.

"Secara lembaga kita sudah mengantisipasi melalui pembelajaran teori. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan guru BK untuk memastikan anak-anak tidak memiliki perilaku yang tidak biasa atau menyimpang," ungkap Lukman Hakim.

Salah satu langkah konkret yang diterapkan di bawah kepemimpinan Lukman Hakim yakni pemanfaatan sistem pemantauan berbasis aplikasi digital bernama Asri (Absensi Siswa Real Time). Melalui aplikasi ini, kedisiplinan serta rekam kehadiran siswa dapat terpantau secara langsung setiap harinya.

Menurut Lukman, indikasi awal siswa yang terpapar pengaruh negatif atau pergaulan menyimpang dapat terdeteksi dari perubahan kebiasaan harian. Salah satunya adalah ketidakmauan berbaur dalam acara ibadah atau keagamaan di sekolah.

"Siswa yang terpapar biasanya sulit untuk diajak ke masjid karena frekuensinya sudah tidak sama. Lewat aplikasi Asri ini, ketika siswa sering terlambat atau siswa putri yang beralasan halangan sholat secara terus-menerus dalam jangka waktu yang tidak wajar, itu menjadi bahan pendalaman bagi kami," tegas Lukman Hakim.

Apabila ditemukan indikasi penyimpangan perilaku dari hasil pemantauan digital maupun laporan guru BK, pihak madrasah akan langsung mengambil tindakan tegas dengan memanggil orang tua siswa untuk berdiskusi secara personal.

Lukman Hakim mengibaratkan persoalan pergaulan remaja saat ini seperti fenomena gunung es. Hal-hal yang terlihat di permukaan sekolah bisa jadi hanya sebagian kecil dari dinamika pergaulan siswa di luar jam sekolah maupun di lingkungan tempat tinggalnya.

Oleh karena itu, ia meminta seluruh orang tua murid agar dapat bekerja sama dan saling mendukung dengan pihak madrasah dalam mengawasi tumbuh kembang anak, terutama saat masa libur sekolah.

"Sekolah memiliki keterbatasan, sehingga peran orang tua di rumah sangat dominan. Kami mengharapkan orang tua tidak tersinggung jika kami panggil secara pribadi untuk mendiskusikan perkembangan anak. Sinergi ini penting demi menyelamatkan masa depan para siswa," pungkas Lukman Hakim.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari