Tuesday, 15 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Bupati Pringsewu Dorong Aset Pekon Jadi Mesin Ekonomi Lewat Corporate Farming

15 September 2026 21:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Bupati Pringsewu Dorong Aset Pekon Jadi Mesin Ekonomi Lewat Corporate Farming
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

— Pemerintah Kabupaten Pringsewu mendorong aparatur pekon dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) lebih serius mengoptimalkan aset yang dimiliki agar tidak sekadar menjadi lahan atau fasilitas yang tidak produktif.

Potensi tersebut dinilai cukup besar, terutama di sektor pertanian yang menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat Pringsewu.

Pesan itu disampaikan Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas saat menghadiri panen raya program Corporate Farming di lahan bengkok BUMDes Pekon Pujodadi, Kecamatan Pardasuka, Senin (14/9/2026).

Riyanto menilai pemanfaatan aset pekon harus diarahkan pada agenda yang mampu memberikan nilai tambah dan berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

"Pringsewu memiliki potensi besar di bidang pertanian. Oleh karena itu, aset pekon yang semestinya memberi nilai tambah jangan sampai tidak dikelola secara maksimal. Melalui konsep Corporate Farming, diharapkan pertanian dikelola lebih terencana, efisien, dan profesional," kata Riyanto.

Menurutnya, panen raya di Pujodadi bukan sekadar agenda memetik hasil pertanian. Program tersebut menjadi contoh bagaimana aset pekon dapat dikelola secara produktif melalui pola pengelolaan pertanian yang lebih terencana.

Riyanto menginginkan keberhasilan program tersebut dapat menjadi pemicu bagi pekon lainnya untuk berani melakukan terobosan sesuai potensi masing-masing.

Ia juga menekankan agar BUMDes tidak hanya berdiri sebagai lembaga usaha secara administratif, tetapi benar-benar mampu mengambil peran sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

"BUMDes harus benar-benar mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Kepada para petani, terus tingkatkan pengetahuan, keterampilan, dan penerapan teknologi pertanian," tegasnya.

Riyanto juga meminta pemerintah pekon dan pengelola BUMDes memastikan seluruh pengelolaan aset dilakukan secara transparan, profesional, serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut dia, pengelolaan aset desa membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pekon, BUMDes, kelompok tani, petani, pendamping, dan pihak terkait lainnya.

Semangat kolaborasi tersebut dinilai penting agar agenda pertanian tidak berhenti pada produksi, tetapi dapat berkembang menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.

"Program Corporate Farming yang digelar melalui pemanfaatan lahan bengkok BUMDes ini merupakan sebuah langkah positif dalam mengoptimalkan potensi aset desa agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.

Ia menginginkan pola serupa dapat dikembangkan di pekon-pekon lain dengan menyesuaikan karakteristik dan potensi wilayah masing-masing.

"Keberhasilan panen ini diharapkan menjadi motivasi pekon-pekon lainnya agar berani berinovasi dalam mengelola potensi dan aset yang dimiliki," kata Riyanto.

Dalam agenda tersebut, Bupati didampingi Asisten Perekonomian dan pembangunan daerah Hendrid, Kepala Bapperinda Imam Fatkuroji, Kepala Dinas Pertanian Maryanto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (PMP) Judi Muljana, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ahmad Syaifudin, serta Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan drh. Budi.

Program Corporate Farming di Pujodadi sendiri menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan pertanian secara lebih terintegrasi. Pemkab Pringsewu sebelumnya menyebut program tersebut sebagai salah satu strategi penguatan peran BUMDes dan ketahanan pangan desa.

Riyanto menggarisbawahi, pemerintah pekon harus mulai melihat aset yang dimiliki bukan sekadar sebagai kekayaan desa, melainkan sebagai modal yang harus mampu menghasilkan manfaat bagi masyarakat.

"Yang terpenting bagaimana aset yang dimiliki dapat dikelola dengan baik, produktif, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," pungkasnya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari