Wednesday, 29 July 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Bupati Lampung Barat Perintahkan Camat dan Peratin Aktifkan Kembali Satgas Tangguh Bencana

29 July 2026 20:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 1 kali
Bagikan:
Bupati Lampung Barat Perintahkan Camat dan Peratin Aktifkan Kembali Satgas Tangguh Bencana
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Pemerintah Kabupaten Lampung Barat meminta seluruh camat dan peratin segera mengaktifkan kembali Satgas Tangguh Bencana di setiap pekon sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama kebakaran yang meningkat selama musim kemarau.

Instruksi tersebut disampaikan Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, saat mengunjungi korban kebakaran rumah di Dusun Cipta Sakti, Pekon Cipta Waras, Kecamatan Gedung Surian, Rabu (29/7/2026). Kunjungan itu dilakukan setelah sebuah rumah milik Sugandi, yang akrab disapa Endi, hangus terbakar beberapa hari sebelumnya.

Kebakaran terjadi pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 01.30 WIB. Berdasarkan informasi awal, api diduga berasal dari korsleting listrik yang kemudian menghanguskan seluruh bangunan rumah milik korban. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material yang dialami korban cukup besar.

Selain memberikan dukungan moril kepada keluarga korban, Bupati Parosil juga menyerahkan bantuan berupa uang tunai, paket sembako, serta peralatan rumah tangga untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar pascakebakaran.

Bantuan tersebut berasal dari kolaborasi berbagai pihak, yakni petugas Program Keluarga Harapan (PKH), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta Dinas Sosial Kabupaten Lampung Barat sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah.

"Saya menginginkan bantuan ini dapat meringankan beban keluarga saudara Sugandi sehingga dapat segera membangun rumah kembali," kata Parosil.

Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah tidak hanya sebatas menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan korban mendapatkan dukungan moral agar tetap kuat menghadapi cobaan dan dapat segera bangkit.

Dalam kesempatan tersebut, Parosil mengingatkan bahwa Lampung Barat kini memasuki musim kemarau yang identik dengan meningkatnya risiko kebakaran. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan lebih disiplin dalam menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.

Ia menilai banyak kasus kebakaran sebenarnya dapat dicegah melalui kebiasaan sederhana, seperti memastikan kompor telah dimatikan dan mencabut colokan peralatan listrik sebelum tidur maupun sebelum meninggalkan rumah.

"Jangan sampai karena kelalaian kita sehingga terjadi hal yang tidak diinginkan. Jika hendak bepergian pastikan terlebih dahulu colokan listrik sudah tercabut, kompor sudah dimatikan," ujar Parosil.

Lebih jauh, Bupati menggarisbawahi bahwa upaya pencegahan bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah. Peran aktif pemerintah kecamatan, pemerintah pekon, hingga masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko terjadinya bencana di lingkungan masing-masing.

Untuk itu, ia meminta seluruh camat dan peratin segera menggerakkan kembali Satgas Tangguh Bencana yang selama ini telah dibentuk agar lebih aktif menjalankan fungsi pencegahan, edukasi, serta respons cepat ketika terjadi keadaan darurat.

"Ini penting, saya minta kepada camat dan peratin agar lebih menggerakkan kembali Satgas Tangguh Bencana untuk meminimalisir kejadian-kejadian bencana," tegasnya.

Parosil menginginkan Satgas Tangguh Bencana di setiap pekon tidak hanya aktif saat terjadi bencana, tetapi juga rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat, patroli lingkungan, serta deteksi dini terhadap berbagai potensi yang dapat memicu kebakaran maupun bencana lainnya. Dengan demikian, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga dampak kerugian dapat ditekan.

Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, lanjut Parosil, berkomitmen memperkuat sinergi bersama seluruh elemen masyarakat dalam membangun budaya siaga bencana. Melalui keterlibatan aktif pemerintah pekon, relawan, dan warga, diharapkan risiko bencana dapat diminimalkan sekaligus meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang. (*) 

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari