Thursday, 06 August 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

BPS: Belanja Haji 2026 Capai 29,25 Triliun, 70 Persen Mengalir ke Arab Saudi

06 August 2026 15:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 1 kali
Bagikan:
BPS: Belanja Haji 2026 Capai 29,25 Triliun, 70 Persen Mengalir ke Arab Saudi
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penyelenggaraan ibadah haji pada 2026 memberikan kontribusi sekitar Rp 8,78 triliun terhadap perekonomian Indonesia. Namun, sebagian besar pengeluaran jemaah masih mengalir ke Arab Saudi.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyebutkan total pengeluaran jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi mencapai Rp29,25 triliun.

"Dari total pengeluaran tersebut kami memperkirakan sekitar Rp8,78 triliun atau 30 persen merupakan konsumsi di dalam negeri, yaitu konsumsi barang dan jasa yang diproduksi di Indonesia atau menggunakan bahan baku dari Indonesia," ujar Amalia dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, dilansir Kompas.com, Kamis (6/8/2026).

Menurut dia, nilai tersebut berasal dari berbagai komponen, yakni Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) jemaah reguler sebesar Rp 17,77 triliun, BPIH haji khusus Rp 7,23 triliun, serta pengeluaran pribadi jemaah sekitar Rp 4,25 triliun.

Amalia menjelaskan, konsumsi domestik tidak hanya berasal dari aktivitas ekonomi yang berlangsung di Indonesia, tetapi juga mencakup barang yang digunakan selama penyelenggaraan haji di Arab Saudi sepanjang bahan bakunya berasal dari Indonesia. Sebagai contoh, bumbu makanan yang digunakan untuk konsumsi jemaah di Arab Saudi berasal dari Indonesia sehingga masuk dalam komponen konsumsi domestik.

"Ada juga yang sudah dicek oleh para petugas dan pengawas haji kami. Waktu mereka mengecek ke dapur, bumbu-bumbu yang mereka gunakan juga sudah dari Indonesia sehingga ini sudah kami masukkan di dalam kalkulasi yang 30 persen," katanya.

Di sisi lain, BPS mencatat sekitar Rp20,48 triliun atau 70 persen dari total pengeluaran jemaah merupakan konsumsi barang dan jasa yang dilakukan di Arab Saudi selama pelaksanaan ibadah haji.

Dalam perhitungan BPS, komponen tersebut tercatat sebagai konsumsi impor jasa. BPS menghitung konsumsi domestik jemaah haji sebesar Rp 8,78 triliun memberikan kontribusi sekitar 0,13 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Nilai tersebut juga setara dengan 0,84 persen terhadap komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT). Sementara itu, kata Amalia, pengeluaran jemaah di Arab Saudi senilai Rp 20,48 triliun menyumbang sekitar 7,13 persen terhadap total impor jasa Indonesia.

Amalia menilai, kontribusi ekonomi penyelenggaraan haji terhadap perekonomian nasional masih dapat ditingkatkan apabila porsi konsumsi domestik diperbesar.

Menurut dia, semakin banyak kebutuhan penyelenggaraan haji yang dipenuhi oleh produk dalam negeri, semakin besar pula dampak berganda (multiplier effect) terhadap ekonomi nasional.

"Kalau proporsi yang 30 persen ini dinaikkan menjadi 50 persen atau 60 persen, maka kontribusinya nanti terhadap PDB akan lebih meningkat dan multiplier effect-nya terhadap ekonomi Indonesia pun akan menjadi lebih banyak. Jadi peluangnya ada di sini," ujar Amalia. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari