BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
(BNPB) menyebut dua orang meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkomben) BNPB, Berton S.P. Panjaitan, mengungkapkan data korban dan dampak gempa masih terus diperbarui.
"Kami tetap terus memperbaharui data-data yang masuk kepada kami, namun bisa kami sampaikan ada informasi yang terbaru, yang baru kami dapatkan adalah bahwa ada dua yang meninggal," kata Berton dalam konferensi pers peringatan dini tsunami dampak gempa bumi M 7,7 di NTT, dilansir CNN Indonesia, Sabtu (15/8/2026).
Ia mengungkapkan, BNPB masih memantau kondisi di lapangan untuk memastikan jumlah korban dan kerusakan bangunan akibat gempa.
"Ini pun masih terus kami pantau, sehingga nanti kami mengeluarkan secara resmi berapa yang meninggal dan berapa kerusakan-kerusakan bangunan akibat itu," ujarnya.
Berdasarkan laporan pendahuluan Kodim Sikka, gempa berdampak di wilayah Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka. Dua orang dilaporkan meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka.
Dua korban meninggal terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan. Data tersebut masih dalam proses verifikasi dan pendataan lebih lanjut oleh tim di lapangan.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi tsunami di beragam wilayah setelah gempa M 7,7 tersebut.
Ketinggian tsunami tertinggi tercatat di Maurole, Kabupaten Ende, yakni 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB.