Tuesday, 29 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Delapan Aki Pemantau GAK Hilang, Pos Pengamatan Lapor Polisi

29 September 2026 21:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 5 kali
Bagikan:
Delapan Aki Pemantau GAK Hilang, Pos Pengamatan Lapor Polisi
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

(GAK) segera melaporkan kehilangan delapan aki yang diketahui raib dari kawasan GAK, Selat Sunda, setelah dokumen laporan mendapat pengesahan dari pihak berwenang di Bandung.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Suwarno menyampaikan, dokumen laporan mengenai kehilangan delapan aki telah dikirimkan ke Bandung untuk mendapatkan nomor surat dan pengesahan dari pihak berwenang.

 

Setelah dokumen tersebut ditandatangani, laporan akan diteruskan kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti.

 

"Saya sudah kirimkan ke Bandung. Dari sana yang harus mengeluarkan nomor surat dan tanda tangan. Setelah ditandatangani, baru saya kirimkan lagi ke kepolisian untuk yang kehilangan itu," kata Suwarno, dikonfirmasi Selasa, 29 September 2026.

 

Langkah tersebut dilakukan setelah petugas menemukan delapan aki tidak lagi berada di lokasi saat melakukan pengecekan sekaligus perbaikan peralatan pemantauan GAK pada Minggu, 27 September 2026.

 

Delapan aki itu sebelumnya tersimpan di dua boks. Enam unit berada dalam satu boks, sedangkan dua lainnya berada di boks berbeda.

 

"Yang satu boks itu ada enam, yang satu boks lagi ada dua. Jadi semuanya delapan unit," ujarnya.

 

Suwarno menyampaikan, pihaknya belum mengetahui secara pasti kapan aki tersebut hilang. Begitu pula dengan pihak yang diduga mengambilnya.

 

Dugaan sementara, aki tersebut hilang setelah aktivitas erupsi mereda. Pasalnya, ketika tim melakukan pengecekan, kondisi beberapa peralatan di kawasan GAK sudah rusak dan tertimpa material erupsi.

 

"Kalau masalah kapan hilangnya, saya juga tidak tahu. Kemungkinan setelah letusan sudah reda beberapa hari, mungkin ada yang naik ke sana, kemudian melihat kondisi peralatan yang sudah acak-acakan dan tertimpa material," ungkapnya.

 

Selain menindaklanjuti kehilangan aki, Pos Pengamatan GAK bersama tim teknis juga melakukan pendataan ulang terhadap seluruh perangkat yang terdampak aktivitas erupsi.

 

Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui kondisi masing-masing peralatan, termasuk menentukan perangkat yang masih dapat digunakan, diperbaiki, maupun harus diganti.

 

Tim teknis dari Bandung telah turun langsung ke kawasan GAK untuk melakukan pemeriksaan. beberapa perangkat diketahui mengalami kerusakan, di antaranya solar cell dan CCTV.

 

"Solar cell sudah jelas hancur, CCTV juga," kata Suwarno.

 

Salah satu CCTV yang rusak berada di kawasan lava yang disebut Suwarno sebagai titik 93. Perangkat pemantauan juga ditempatkan di beberapa lokasi lainnya, termasuk kawasan Pulau Sertung.

 

Namun, proses pendataan kerusakan belum selesai sehingga Suwarno belum dapat memastikan jumlah keseluruhan perangkat yang mengalami kerusakan.

 

Di tengah proses pemulihan tersebut, sistem utama pengiriman data aktivitas GAK tetap berjalan. Suwarno memastikan data aktivitas gunung api tidak ikut hilang akibat kerusakan perangkat visual maupun hilangnya aki.

 

"Kalau untuk data-data enggak. Yang penting data-datanya semuanya ada. Cuma CCTV-nya saja yang tidak nampak," jelasnya.

 

Saat ini, pengiriman data aktivitas GAK dilakukan selama 24 jam. Pola tersebut berbeda ketika status aktivitas gunung berada pada Level Siaga, ketika pengiriman data dilakukan setiap enam jam.

 

"Jadi sekarang 24 jam pengirimannya. Dulu waktu Siaga enam jam," katanya.

 

Suwarno menyampaikan, pemulihan perangkat dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan hasil pemeriksaan tim teknis serta kondisi sumber daya listrik di lokasi.

 

Pendataan terhadap peralatan yang hilang dan rusak juga masih dilanjutkan untuk memastikan kondisi seluruh fasilitas pemantauan di kawasan GAK. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari