Sunday, 23 August 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Ahmad Basuki: Sistem Mitigasi Harus Dievaluasi Agar Kebakaran Way Kambas Tidak Terulang

23 August 2026 13:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
Ahmad Basuki: Sistem Mitigasi Harus Dievaluasi Agar Kebakaran Way Kambas Tidak Terulang
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Kebakaran kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur. Peristiwa yang berulang ini mendorong Komisi II DPRD Provinsi Lampung meminta penguatan mitigasi dan sistem pencegahan kebakaran di kawasan konservasi tersebut.

‎Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung Ahmad Basuki menyebutkan, pihaknya mengapresiasi kerja keras petugas gabungan yang saat ini berupaya menangani kebakaran. Namun, penanganan tidak boleh berhenti pada pemadaman ketika api sudah membesar.

‎Menurutnya, kebakaran yang berulang setiap tahun menunjukkan perlunya evaluasi terhadap sistem mitigasi, terutama dalam mendeteksi dan mencegah potensi kebakaran sejak dini.

‎“Kalau setiap tahun kita kembali menghadapi kebakaran, jangan hanya sibuk memadamkan apinya. Kita harus mencari akar persoalannya dan membangun sistem agar kebakaran bisa dicegah sejak dini,” ujarnya Minggu (23/08/2026).

‎Ia mendorong penguatan mitigasi melalui peningkatan patroli di titik-titik rawan, sistem deteksi dini, pemantauan hotspot, serta pemanfaatan teknologi seperti drone untuk mempercepat identifikasi lokasi yang berpotensi mengalami kebakaran.

‎Selain itu, keterlibatan masyarakat di desa penyangga juga dinilai penting. Kelompok masyarakat peduli api perlu diperkuat agar mampu membantu melakukan pemantauan sekaligus menjadi bagian dari sistem pencegahan kebakaran di sekitar kawasan TNWK.

‎“Mitigasi harus dilakukan bersama. Masyarakat di sekitar kawasan juga harus dilibatkan karena mereka merupakan pihak yang paling dekat dengan wilayah rawan kebakaran,” katanya.

‎Komisi II juga meminta penyebab kebakaran diungkap secara serius. Apabila hasil penyelidikan menemukan adanya unsur kesengajaan, maka penegakan hukum harus dilakukan secara tegas untuk memberikan efek jerat. 

‎“Way Kambas bukan sekadar hutan. Di dalamnya ada ekosistem dan habitat satwa yang harus kita lindungi. Jangan sampai kerusakan terus berulang karena kita hanya menggunakan pendekatan pemadaman,” ujarnya.

‎Lebih lanjut, Komisi II DPRD Lampung akan mendorong pemerintah daerah bersama pihak terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kawasan rawan kebakaran. Evaluasi tersebut mencakup kesiapan sarana dan prasarana, personel, anggaran, sistem pemantauan, hingga pola mitigasi kebakaran hutan dan lahan.

‎“Kita harus mengubah paradigma dari ‘api muncul baru dipadamkan’ menjadi ‘potensi kebakaran dideteksi dan dicegah sebelum membesar’. Kebakaran tahun ini harus menjadi momentum untuk memutus siklus kebakaran Way Kambas yang terus berulang,” pungkasnya. (*) 

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari