BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
(HUT) ke-344 Kota Bandar Lampung terasa berbeda pada Minggu (19/7/2026). Sebanyak 538 peserta parade budaya dan 82 kendaraan hias memadati kawasan Tugu Adipura dalam Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya Begawi Bandar Lampung 2026, menghadirkan keberagaman budaya nusantara dalam satu panggung perayaan.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menuturkan, peringatan HUT ke-344 harus menjadi momentum untuk mengisi infrastruktur dan pengembangan melalui berbagai agenda positif, termasuk pelestarian budaya daerah.
“Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya ini merupakan salah satu warisan budaya yang sangat berharga. Melalui agenda ini kita dapat lebih memahami dan menghargai keindahan budaya Lampung, sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda dan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri,” kata Eva.
Menurutnya, festival tersebut juga menjadi ajang kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Mulai dari Forkopimda, instansi vertikal, OPD, BUMN, BUMD hingga kecamatan se-Kota Bandar Lampung turut ambil bagian dalam parade kendaraan hias.
“Terima kasih atas partisipasi seluruh peserta. Jaga sportivitas dan tetap semangat untuk meraih kemenangan,” ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung Adiansyah menjelaskan, festival tersebut merupakan bagian dari sub agenda pemberdayaan dan pembinaan masyarakat untuk pengembangan pariwisata berdasarkan Keputusan Wali Kota Bandar Lampung Nomor 288/III.20/HK/2026.
Ia menuturkan, penyelenggaraan festival tidak hanya bertujuan melestarikan budaya daerah, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan hasil infrastruktur dan pengembangan Kota Bandar Lampung kepada masyarakat secara langsung.
“Selain melestarikan kebudayaan daerah, agenda ini juga diharapkan menjadi daya tarik wisata yang mampu mendatangkan wisatawan lokal maupun nasional sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Parade budaya diikuti 538 peserta dari berbagai komunitas seni dan budaya, di antaranya Drumband SMPN 32 Bandar Lampung, Muli Mekhanai Kota Bandar Lampung, Sai Batin Marga Teluk Betung, Pepadun Marga Balau Tiyuh Kedamaian, budaya Cirebonan, Jawa Barat, etnis Tionghoa, Jawa Timur, Bundo Kanduang IKBSB, budaya Dayak, hingga Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Sementara parade kendaraan hias diikuti 82 kendaraan dari unsur Forkopimda, instansi vertikal, BUMN, BUMD, OPD, kecamatan, sekolah, perguruan tinggi, dan berbagai organisasi kemasyarakatan.
Adiansyah melanjutkan, penilaian festival dilakukan oleh dewan juri independen yang terdiri dari akademisi, budayawan dan organisasi kewartawanan untuk memastikan proses penilaian berlangsung objektif.
Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya menjadi salah satu agenda tahunan yang tidak hanya memeriahkan HUT Kota Bandar Lampung, tetapi juga mempertegas identitas Bandar Lampung sebagai kota yang merawat keberagaman budaya di tengah perkembangan infrastruktur dan pengembangan. (*)