Wednesday, 23 September 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

35 Tahun Lampung Barat, Menengok Jejak Kepemimpinan dan Arah Pembangunan ke Depan

23 September 2026 12:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 1 kali
Bagikan:
35 Tahun Lampung Barat, Menengok Jejak Kepemimpinan dan Arah Pembangunan ke Depan
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

(HUT) ke-35 Kabupaten Lampung Barat tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang daerah, tetapi juga menjadi ruang evaluasi terhadap capaian infrastruktur dan pengembangan sekaligus meneguhkan kembali komitmen pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus dalam rapat paripurna DPRD Lampung Barat dengan agenda mendengarkan pidato bupati dalam rangka HUT ke-35 Kabupaten Lampung Barat Tahun 2026, yang digelar di kantor DPRD Lampung Barat, Rabu (23/9/2026).

Rapat paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Lampung Barat Edi Novial dan dihadiri Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Wakil Bupati Mad Hasnurin, serta beragam tamu undangan.

Dalam momentum tersebut, perjalanan 35 tahun Kabupaten Lampung Barat kembali menjadi bagian penting dari refleksi pemerintahan dan infrastruktur dan pengembangan daerah.

dalam pidatonya, Parosil menggarisbawahi bahwa peringatan HUT ke-35 bukan sekadar perayaan bertambahnya usia sebuah daerah.

Menurutnya, usia 35 tahun harus dimaknai sebagai kesempatan untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui, mensyukuri capaian yang telah diraih, sekaligus mengakui berbagai pekerjaan yang masih menjadi tanggung jawab bersama.

“35 tahun bukanlah waktu yang singkat. Di dalamnya terdapat perjalanan panjang pemerintahan dan infrastruktur dan pengembangan, kerja keras para pendahulu, pengabdian para aparatur, perjuangan para tokoh masyarakat, serta doa dan dukungan seluruh masyarakat Lampung Barat,” kata Parosil dalam pidatonya.

Ia menyampaikan, perjalanan Kabupaten Lampung Barat hingga memasuki usia 35 tahun tidak terlepas dari kontribusi berbagai pihak.

Karena itu, momentum HUT menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk memberikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh elemen yang selama ini turut berkontribusi terhadap perkembangan daerah.

Penghargaan tersebut, lanjut Parosil, ditujukan kepada para pendahulu dan pemimpin daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan pemudi, dunia usaha, akademisi, media, aparatur pemerintahan, serta seluruh masyarakat Lampung Barat.

“Pada momentum yang istimewa ini, atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Barat saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Lampung Barat, para pendahulu dan pemimpin daerah, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda-pemudi, dunia usaha, akademisi, media serta seluruh elemen masyarakat yang telah memberikan kontribusi bagi kemajuan Lampung Barat,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Parosil juga mengangkat tema HUT ke-35 Kabupaten Lampung Barat tahun 2026, yakni “Setawitan, Seuyunan, Sehangguman Maju Jejama”.

Tema tersebut dinilai menggambarkan nilai-nilai yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Lampung dalam membangun daerah secara bersama-sama.

Parosil menjelaskan, kata setawitan menggambarkan persatuan, kebersamaan, keramahan dan semangat gotong royong. Nilai tersebut dinilai penting sebagai fondasi dalam membangun daerah yang membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat.

Sementara seuyunan dimaknai sebagai semangat seiya sekata, kompak, rukun dan sejalan dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

Menurut Parosil, kebersamaan dalam menentukan arah infrastruktur dan pengembangan menjadi salah satu bagian penting agar program pemerintah dapat berjalan dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Adapun sehangguman, kata Parosil, bermakna saling menyayangi dan mengasihi. Nilai tersebut menjadi landasan untuk membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, peduli dan saling menghargai di tengah keberagaman masyarakat Lampung Barat.

Sedangkan frasa maju jejama memiliki makna maju bersama. Parosil menggarisbawahi, infrastruktur dan pengembangan Kabupaten Lampung Barat tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian pemerintah, tetapi harus diarahkan agar manfaat kemajuan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

“Nilai-nilai tersebut menjadi semangat bagi kita untuk memperkuat kebersamaan, membangun dengan gotong royong serta menyatukan langkah antara pemerintah dan seluruh masyarakat,” ujar Parosil.

Di sisi lain, Ketua DPRD Lampung Barat Edi Novial dalam pidatonya menyampaikan bahwa selama kepemimpinan Bupati Parosil Mabsus dan Wakil Bupati Mad Hasnurin, berbagai capaian dan kemajuan telah diraih Kabupaten Lampung Barat, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Edi menjelaskan DPRD Lampung Barat terus mendukung berbagai aktivitas dan program yang digelar pemerintah daerah maupun instansi vertikal di wilayah Kabupaten Lampung Barat. Ia juga menyampaikan apresiasi atas berbagai penghargaan yang telah diraih daerah serta mengharapkan capaian tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan.

Menurut Edi, dukungan terhadap program pemerintah tidak hanya dilakukan melalui pelaksanaan aktivitas, tetapi juga melalui fungsi pengawasan DPRD.

Pengawasan tersebut terutama diarahkan terhadap program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sebagai penerima manfaat.

“DPRD terus mendukung program pemerintah pusat maupun provinsi, seperti mendorong pelaksanaan program kesatuan pelayanan pemenuhan gizi, makan bergizi gratis di setiap daerah, infrastruktur dan pengembangan gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta program-program lainnya,” kata Edi.

Ia melanjutkan, DPRD juga akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap berbagai program yang digelar, terutama untuk memastikan program yang menyentuh masyarakat dapat berjalan sebagaimana mestinya dan memberikan manfaat kepada penerima.

Memasuki usia ke-35, perjalanan Lampung Barat dengan demikian tidak hanya berbicara mengenai catatan masa lalu, tetapi juga bagaimana capaian yang telah diperoleh menjadi dasar untuk menghadapi pekerjaan yang masih harus diselesaikan.

Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam pidato Bupati Parosil pada rapat paripurna HUT tahun ini.

Sejarah kepemimpinan Kabupaten Lampung Barat sendiri mencatat beragam kepala daerah sejak daerah tersebut berdiri. Hs Umpu Singa menjadi Bupati Lampung Barat periode 1992-1997, kemudian dilanjutkan I Wayan Dirpha pada periode 1997-2002.

Selanjutnya, Erwin Nizar bersama Drs. Mukhlis Basri memimpin Kabupaten Lampung Barat pada periode 2002-2007. Mukhlis Basri kemudian kembali menjabat sebagai bupati bersama Drs. H. Dimyati Amin sebagai wakil bupati pada periode 2007-2012, dan dilanjutkan bersama Drs. H. Makmur Azhari pada periode 2012-2017.

Kepemimpinan berikutnya berada di tangan Hi. Parosil Mabsus bersama Drs. Mad Hasnurin pada periode 2017-2022 dan kembali memimpin pada periode 2025-2030.

Di antara dua periode tersebut, Drs. Nukman menjalankan tugas sebagai Penjabat (Pj) Bupati Lampung Barat pada periode 2022-2025.

Rangkaian perjalanan kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari sejarah 35 tahun Kabupaten Lampung Barat.

Kini, melalui momentum HUT ke-35, pemerintah daerah bersama DPRD kembali menggarisbawahi pentingnya kesinambungan infrastruktur dan pengembangan, pengawasan terhadap program, serta keterlibatan masyarakat dalam menentukan arah kemajuan daerah.

Parosil menggarisbawahi, semangat Setawitan, Seuyunan, Sehangguman, Maju Jejama harus diterjemahkan dalam langkah nyata, bukan berhenti sebagai tema peringatan.

Dengan memperkuat kebersamaan dan menyatukan langkah antara pemerintah dan masyarakat, ia mengharapkan Kabupaten Lampung Barat dapat terus berkembang menuju daerah yang semakin maju dan sejahtera.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari