BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Potensi minyak dan gas bumi (Migas) di Lampung kembali menjadi sorotan. Di tengah proses survei seismik yang dilakukan PT Pertamina EP di sekitar 18 ribu titik yang tersebar di lima kabupaten, DPRD Provinsi Lampung optimistis sektor energi dapat menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi daerah.
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Angga Satria Pratama, menilai eksplorasi migas yang sedang berlangsung berpotensi menjadi game changer bagi perekonomian Lampung, terutama dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menarik investasi berskala besar.
"Kalau potensi itu benar-benar ditemukan dan berhasil dikembangkan, ini bisa menjadi game changer bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lampung ke depan," kata Angga, Selasa (21/7/2026).
Ia mengungkapkan, berdasarkan paparan yang diterima Komisi IV, terdapat tiga titik potensi migas di daratan (onshore) dan satu titik di lepas pantai (offshore) yang sedang dipetakan.
Menurutnya, salah satu lokasi offshore berada di wilayah yang berbatasan dengan provinsi lain sehingga nantinya akan menggunakan skema bagi hasil.
Sementara itu, apabila potensi migas di wilayah Lampung Timur berhasil dikembangkan, manfaat ekonominya diyakini akan lebih besar dirasakan oleh Lampung.
Tak hanya sektor hulu migas, Angga juga menyoroti masuknya investasi di sektor energi, termasuk rencana infrastruktur dan pengembangan kawasan industri energi dan kilang minyak di Katibung, Kabupaten Lampung Selatan.
Menurutnya, keberadaan kawasan industri tersebut akan memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, hingga tumbuhnya industri pendukung.
"Kalau kawasan industri energi ini terealisasi, wajah Lampung akan berubah. Ini harus terus kita kawal," ujarnya.
Selain Migas, Angga menilai Lampung juga memiliki potensi besar pada sektor energi baru dan terbarukan. Salah satunya pengembangan panas bumi di kawasan Gunung Rajabasa yang dinilai dapat mendukung program transisi energi nasional.
Karena itu, ia meminta Jajaran Pemprov Lampung memberikan perhatian lebih terhadap sektor energi, termasuk memperkuat dukungan anggaran bagi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung.
"Anggarannya masih sangat kecil, padahal ini salah satu dinas yang memiliki potensi besar untuk membalikkan kondisi ekonomi Lampung. Potensi migas, panas bumi, hingga investasi energi harus benar-benar dimaksimalkan agar Lampung ikut mengambil manfaat dari program strategis nasional," tegasnya.