Saturday, 22 August 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

111 Titik Panas Terdeteksi di Wilayah Lampung, Way Kanan Terbanyak

22 August 2026 11:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
111 Titik Panas Terdeteksi di Wilayah Lampung, Way Kanan Terbanyak
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

(BMKG) Provinsi Lampung melalui Stasiun Metorologi Kelas I Radin Inten II Lampung Selatan, mencatat ada sebanyak 111 titik panas yang tersebar di wilayah Lampung pada Sabtu (22/8/2026) pukul 10.00 WIB.

Berdasarkan peta sebaran titik panas yang diupdate melalui laman website lampung.bmkg.go.id, 111 titik panas tersebut terdiri dari 10 titik panas berskala rendah, 100 menengah, dan 1 tinggi.

Kabupaten Way Kanan merupakan area terbanyak ditemukan titik panas yakni 27 titik. Sementara titik panas berskala tinggi terjadi di Tejang Pulau Sebesi, Raja Basa, Lampung Selatan.

“Deteksi titik api (Hotspot) menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar (NOAA20, S-NPP, TERRA dan AQUA) memberikan gambaran lokasi wilayah yang mengalami kebakaran hutan. Satelit akan mendeteksi anomali suhu panas dibandingkan dengan sekitarnya,” tulis BMKG.

Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Lampung dinilai membutuhkan keterlibatan lebih luas, termasuk organisasi kepemudaan.

Ketua Terpilih Karang Taruna Provinsi Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, meminta seluruh jajaran Karang Taruna aktif turun ke masyarakat untuk memperkuat sosialisasi dan edukasi pencegahan karhutla.

Wahrul menyampaikan, Karang Taruna di tingkat kabupaten/kota, kecamatan hingga desa memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Terlebih, berdasarkan informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), beragam wilayah di Lampung memiliki potensi kerawanan karhutla yang perlu diantisipasi di tengah kondisi kemarau, kekeringan dan meningkatnya suhu.

“Maka, peran kita sebagai Karang Taruna harus lebih aktif bersama-sama dengan para pemuda lainnya untuk mengingatkan masyarakat serta melakukan mitigasi terkait potensi kebakaran hutan tersebut,” ujar Wahrul, yang juga Anggota DPRD Lampung dari Fraksi Gerindra, Jumat (14/8/2026). 

Menurutnya, Karang Taruna tidak seharusnya baru bergerak ketika kebakaran telah terjadi. Organisasi kepemudaan tersebut perlu mengambil peran sejak tahap pencegahan dengan memberikan edukasi, melakukan sosialisasi, membantu mitigasi serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi munculnya titik api.

Wahrul juga mendorong Karang Taruna membangun koordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, pemerintah daerah, pemerintah desa dan instansi terkait.

Menurutnya, pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan harus menunggu api membesar dan kemudian melakukan pemadaman.

“Lebih baik kita mengantisipasi daripada melakukan pemadaman. Karena itu, edukasi, mitigasi bencana, sosialisasi, serta pelatihan kepada masyarakat dan pemerintah desa yang berada di wilayah penyangga titik-titik api menjadi penting,” terangnya.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari