BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
11 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Syamsul Maarif di Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (16/9/2026).
Untuk memastikan penyebabnya, petugas Puskesmas Rawat Inap Ketapang mengambil sampel makanan dan air dari dapur MBG-SPPG Ketapang 3 untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, enam siswa sempat mendapat penanganan di Klinik Dokter Edo dengan pendampingan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Petugas Puskesmas Ketapang kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan medis dan pendataan terhadap siswa yang mengalami keluhan.
Salah seorang petugas Puskesmas Rawat Inap Ketapang menyebutkan, sebagian besar siswa yang mengalami keluhan telah membaik dan diperbolehkan pulang.
Hingga Kamis (17/9/2026), hanya satu siswa yang masih menjalani perawatan. Namun, petugas menyebut jumlah tersebut berdasarkan data yang telah diterima dan masih terbuka kemungkinan adanya siswa lain yang belum melapor.
"Saat ini yang masih dirawat tersisa satu siswa, sementara yang kondisinya membaik sudah diperbolehkan pulang ke rumah. Itu jumlah yang terdata, kami belum tahu pasti jika ada yang tidak melapor," ujar petugas tersebut, dilansir Viva.coid.
Untuk mengetahui apakah keluhan para siswa berkaitan dengan makanan MBG, petugas mengambil sampel makanan dan air minum dari dapur MBG-SPPG Ketapang 3 yang berada di Dusun Purwosari, Desa Pematang Pasir.
Dua petugas dapur, Birin dan Karyo, membenarkan adanya pemeriksaan serta pengambilan sampel oleh petugas kesehatan.
"Pihak Puskesmas sudah ke sini mengambil sampel makanan dan air. Kami masih menunggu hasil LAB keluar," kata mereka.
Petugas Puskesmas memastikan penyebab gangguan kesehatan tersebut belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
Sementara itu, Kepala SPPG Ketapang 3, Sahrijal, disebut berada di Puskesmas untuk mendampingi penanganan siswa.
Peristiwa ini menjadi perhatian wali murid dan masyarakat yang mengharapkan pemeriksaan terhadap sampel makanan, air, serta kondisi dapur dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan keamanan makanan yang disalurkan melalui program MBG.