Friday, 15 May 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Waspada Buaya di Pantai Merak Belantung Lamsel

15 May 2026 09:00 WIB
Oleh: Rina Wulandari
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Waspada Buaya di Pantai Merak Belantung Lamsel
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) mendadak berubah menjadi kecemasan setelah seekor buaya muncul di dekat bibir pantai.

Dalam video berdurasi 18 detik yang beredar di media sosial itu, seekor reptil diperkirakan sepanjang 1,5 meter terlihat mengapung di perairan dangkal, tak jauh dari lokasi warga biasa bermain air.

Kemunculan buaya itu memantik rasa takut sekaligus penasaran. Pantai yang biasanya dipenuhi suara anak-anak bermain dan wisatawan menikmati angin laut, kini mendadak lebih sepi.

beragam warga memilih mengingatkan keluarga mereka agar tidak terlalu dekat ke laut sebelum situasi benar-benar aman.

Bagi warga Merak Belantung, kabar kemunculan buaya bukan sekadar cerita liar di media sosial. Mereka tahu, perairan di kawasan itu memang beberapa kali memunculkan kejadian serupa. 

Karena itu, video yang viral cepat menyebar dari satu telepon genggam ke genggam lainnya, disertai pesan peringatan agar masyarakat lebih waspada.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, mengungkapkan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan masyarakat. 

Petugas menyisir beragam titik pantai untuk memastikan keberadaan satwa tersebut.

"Itu buaya yang waktu itu. Kayaknya di salah satu pantai di perairan Desa Merak Belantung. Persisnya di mana belum tahu. Tadi siang kami sudah menyisir ke pantai-pantai yang di sana, tapi belum menemukan buaya tersebut,” ujar Rully, Kamis (14/5/2026) malam.

Meski belum berhasil menemukan keberadaan buaya, petugas tidak menghentikan pencarian. Penyisiran kembali dijadwalkan dilakukan pada malam hari, dengan fokus di kawasan pantai yang dianggap rawan menjadi tempat kemunculan satwa liar tersebut.

"Nanti (malam) ini akan kita lakukan penyisiran lagi,” kata Rully, dilansir tribunnews.

Ia memperkirakan ukuran buaya yang terlihat dalam video sekitar 1,5 meter. “Itu buayanya kayaknya ukuran 1,5 meter,” sambungnya.

Di tengah kekhawatiran warga, Damkarmat Lampung Selatan meminta masyarakat dan wisatawan untuk sementara lebih berhati-hati saat beraktivitas di pantai.

Warga diimbau tidak berenang terlalu jauh dan segera melapor jika kembali melihat kemunculan buaya agar petugas dapat bergerak cepat.

Peristiwa ini juga membangkitkan ingatan warga pada kejadian serupa tahun lalu. Pada April 2025, penampakan buaya di bekas Pantai Sapenan, yang masih berada di wilayah Desa Merak Belantung, sempat membuat geger masyarakat.

Kini, saat ombak kembali membawa bayang reptil itu ke dekat pantai, rasa cemas yang sama kembali menyelimuti pesisir Kalianda.

Sebelumnya diberitakan, seorang warga Dusun Bunut Utara, Desa Bandar Agung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, bernama Sukri menjadi korban gigitan buaya muara, Rabu (10/1/2024), sekitar jam 09.45 WIB.

Disinyalir, buaya muara menyerang warga setempat gegara terusik dengan ulah pencari ikan yang menembaki buaya tersebut sehingga menyerang Sukri.

Sukri (71) mengalami gigitan buaya pada lengan tangan sebelah kanan dan berhasil menyelamatkan diri karena buaya langsung pergi usai menggigit.

"Saya sedang babat rumput, tiba-tiba dia (buaya) loncat nyambar tangan saya," ujar Sukri.

Pasca mengalami peristiwa nahas itu, Sukri langsung berjalan sendiri meninggalkan lokasi menuju Klinik dokter Rohana untuk mendapatkan perawatan medis, kisaran jam 10.19 WIB.

Kapolsek Sragi, Iptu Zuhdi menyebutkan, kepolisian telah mengetahui kejadian yang menimpa Sukri saat mencari rumput di sekitar aliran Sungai Way Sekampung itu.

"Bila musim banjir, di sungai tersebut banyak buaya yang naik kedaratan dan masuk saluran tanggul air maupun lokasi tambak warga," tutup Kapolsek.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari