BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
Lampung masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah. beberapa ruas jalan protokol hingga kini belum dilengkapi fasilitas bagi pejalan kaki, mulai dari Jalan Sultan Agung, Pangeran Antasari, kawasan Kedaton, hingga beberapa ruas lainnya.
Kondisi tersebut membuat pejalan kaki terpaksa berbagi ruang dengan kendaraan, sehingga dinilai kurang aman dan belum mencerminkan kota yang ramah bagi pedestrian.
Menanggapi hal itu, Dinas Pekerjaan Umum (PU) mulai mengejar pembangunan daerah trotoar pada tahun 2026 dengan menyiapkan enam paket pekerjaan yang tersebar di beberapa ruas jalan utama.
Kepala Dinas PU Kota Bandar Lampung, Dedi Sutiyoso, mengungkapkan sebagian proyek tersebut sudah memasuki tahap pelaksanaan.
"Tahun ini ada enam paket pekerjaan. Sudah mulai dikerjakan," kata Dedi, saat dimintai keterangan, Rabu (22/7/2026).
Ia menjelaskan, ruas jalan yang nantinya dibangun trotoar nya antara lain Jalan Jenderal Sudirman, Ahmad Yani, Diponegoro hingga Sultan Agung.
"Sudah mulai di Sudirman, Ahmad Yani, Diponegoro, dan Sultan Agung," ujarnya.
Menurut Dedi, pembangunan daerah trotoar tahun ini tidak hanya bertujuan menyediakan jalur yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki. Pemerintah juga sekaligus melakukan pembenahan saluran drainase di lokasi yang sama.
Langkah tersebut dilakukan karena kerusakan badan jalan di Bandar Lampung selama ini salah satunya dipengaruhi oleh sistem drainase yang belum optimal. Air hujan yang tidak mengalir dengan baik menyebabkan genangan dan mempercepat kerusakan aspal.
"Ada. Jadi sekalian kita benahi trotoar nya sekaligus drainase nya," jelasnya.
Dengan konsep tersebut, pembangunan daerah infrastruktur diharapkan lebih efektif karena tidak perlu dilakukan pembongkaran jalan secara berulang ketika proyek drainase dikerjakan di kemudian hari.
Selain proyek tahun ini, Dinas PU juga memastikan pembangunan daerah trotoar akan terus berlanjut pada 2027. Perencanaan untuk tahun depan disebut telah disiapkan meski lokasi prioritasnya masih dalam tahap penyusunan.
"Untuk tahun 2027 perencanaan nya sudah ada," katanya.
Dedi melanjutkan, panjang trotoar yang dibangun di setiap ruas jalan berbeda-beda, menyesuaikan kondisi lapangan. Beberapa ruas memiliki trotoar yang terputus sehingga pembangunan daerah dilakukan untuk menyambungkan jalur pedestrian agar lebih terintegrasi.
Untuk merealisasikan program tersebut, Pemkot Bandar Lampung mengalokasikan anggaran lebih dari Rp30 miliar.
"Total anggarannya sekitar Rp30 miliar lebih. Titik nya banyak, paket pekerjaannya juga banyak," ungkapnya.
Sementara terkait masih adanya trotoar yang dimanfaatkan sebagai lokasi berdagang atau aktivitas usaha, Dedi menggarisbawahi persoalan tersebut bukan menjadi kewenangan Dinas PU.
"Itu bukan ranah saya. Tugas kami membangun infrastruktur nya," kata Dedi.