Tuesday, 13 October 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Tanpa Tambahan Kuota, Biosolar Lampung Diprediksi Habis 24 November 2026

13 October 2026 15:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 2 kali
Bagikan:
Tanpa Tambahan Kuota, Biosolar Lampung Diprediksi Habis 24 November 2026
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Biosolar dan Pertalite di Provinsi Lampung diperkirakan akan habis sebelum akhir tahun 2026 jika tidak ada penambahan kuota maupun relaksasi dari pemerintah.

Berdasarkan data PT Pertamina Patra Niaga, kuota Biosolar diprediksi habis pada 24 November 2026, sedangkan Pertalite diperkirakan habis pada 18 Desember 2026.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya rata-rata penyaluran harian kedua jenis BBM tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

Kenaikan konsumsi ini membuat realisasi penyaluran terus bertambah dan berpotensi melampaui kuota yang tersedia.

Berdasarkan data PT Pertamina Patra Niaga, rata-rata penyaluran harian Biosolar pada Januari hingga April 2026 tercatat sebesar 2.179 kiloliter (KL) per hari. Angka tersebut meningkat menjadi 2.511 KL per hari pada Mei hingga Agustus 2026.

Sementara itu, pada September hingga 4 Oktober 2026, rata-rata penyaluran harian Biosolar kembali meningkat menjadi 2.681 KL per hari.

Realisasi penyaluran Biosolar secara year to date (YTD) tercatat mencapai 661.460 KL sampai dengan 4 Oktober, sementara kuota solar sampai dengan triwulan IV sebanyak 798.685 KL.

Sehingga sisa kuota bio solar saat ini 137.225 KL. Dengan tren konsumsi saat ini, kuota Biosolar diperkirakan habis pada 24 November 2026 apabila tidak ada tambahan kuota atau relaksasi.

Tren peningkatan penyaluran juga terjadi pada BBM jenis Pertalite. Pada Januari hingga April 2026, rata-rata penyaluran harian tercatat sebesar 1.896 KL per hari.

Jumlah tersebut meningkat menjadi 2.096 KL per hari pada Mei hingga Agustus 2026, kemudian kembali naik menjadi 2.116 KL per hari pada September hingga 4 Oktober 2026.

Realisasi penyaluran Pertalite secara YTD tercatat mencapai 557.152 KL sampai dengan 30 September sementara itu kuota sebesar 715.912 KL.

Sehingga kuota pertalite tersisa 158.760 KL. Jika tidak ada penyesuaian kuota, persediaan kuota Pertalite diperkirakan habis pada 18 Desember 2026.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung, Budhi Darmawan, menyampaikan bahwa berdasarkan perhitungan yang ada, kuota Biosolar dan Pertalite berpotensi habis sesuai dengan perkiraan tersebut apabila tidak ada penambahan kuota maupun relaksasi.

“Sampai dengan bulan ini, kalau tidak ada tambahan atau relaksasi, maka Biosolar akan habis pada 24 November. Sedangkan untuk Pertalite, itu akan habis pada 18 Desember,” ujar Budhi saat dimintai keterangan, Selasa (13/10/2026).

Ia menginginkan pemerintah dapat memberikan tambahan kuota atau relaksasi untuk Provinsi Lampung agar kebutuhan masyarakat terhadap BBM bersubsidi tetap terpenuhi hingga akhir tahun.

Menurutnya, apabila tidak ada tambahan kuota maupun relaksasi, PT Pertamina Patra Niaga perlu mengambil langkah penyesuaian terhadap penyaluran harian BBM bersubsidi.

“Kalau tidak ada itu, berarti Pertamina harus segera mulai menurunkan kuota hariannya. Namun, tentu saja itu akan mengakibatkan antrean menjadi lebih banyak lagi,” katanya.

Budhi menjelaskan, Pertamina telah menyiapkan skenario pengurangan distribusi harian apabila kuota yang tersedia tidak mencukupi. Meski demikian, hingga saat ini skenario tersebut belum diterapkan.

Jajaran Pemprov Lampung menginginkan adanya kebijakan tambahan kuota atau relaksasi dapat menjadi solusi untuk menjaga kelancaran distribusi BBM bersubsidi.

"Kita menginginkan ada tambahan kuota atau ada relaksasi yang diberikan untuk Provinsi Lampung," tutupnya.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengusulkan penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) tahun 2026 kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Total tambahan yang diusulkan mencapai 192.775 kiloliter (KL), terdiri dari 120.384 KL untuk Solar dan 72.391 KL untuk Pertalite. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari