Monday, 24 August 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Taman Nasional Way Kambas Lampung Timur Terbakar, Zaidi: Ada Indikasi Sengaja Dibakar

24 August 2026 09:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 1 kali
Bagikan:
Taman Nasional Way Kambas Lampung Timur Terbakar, Zaidi: Ada Indikasi Sengaja Dibakar
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

(TNWK) di Kabupaten Lampung Timur dilanda kebakaran. Ada indikasi kebakaran itu ada unsur kesengajaan.

Kepala Balai TNWK, Zaidi, membenarkan soal kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut.

Ia menyebutkan, peristiwa itu berlangsung sejak Jumat (21/8/2026) siang. Hingga Sabtu (22/8/2026) pagi, tim gabungan di lapangan masih terus berjibaku memadamkan sisa-sisa kobaran api.

"Teman-teman kami masih berjibaku di lapangan sejak siang kemarin," ujar Zaidi dilansir Kompas.com, Sabtu (22/8/2026).

Zaidi tidak menampik adanya indikasi unsur kesengajaan di balik peristiwa ini. Apalagi karhutla juga kerap terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Ia menduga kuat ada keterlibatan pihak tidak bertanggung jawab yang sengaja memicu kebakaran demi kepentingan pribadi, seperti pemburu liar.

"Saya yakinnya begitu. Ada dugaan seperti tahun-tahun sebelumnya, sengaja dibakar oleh pemburu liar," tegas Zaidi.

Zaidi mengungkapkan, upaya pemadaman di lapangan menghadapi sebagian tantangan dan menguras tenaga. Selain kondisi cuaca dan lahan yang sangat kering, petugas dihadapkan pada kendala minimnya sumber air serta medan yang tidak bisa dilalui kendaraan bermotor.

"Kondisi lapangan sangat kering dan tidak ada air. Kendaraan tidak bisa masuk ke lokasi, harus berjalan kaki," tambahnya. Ditanya mengenai perkiraan luas lahan yang terbakar, pihak balai belum dapat merinci secara utuh.

Fokus utama petugas saat ini adalah melokalisir dan memadamkan api agar tidak semakin meluas. "Teman-teman lagi berjibaku di lapangan, belum bisa kita minta dokumentasi," kata Zaidi.

Tim gabungan terus bersiaga di titik-titik rawan untuk melakukan pendinginan (mop-up) guna memastikan tidak ada lagi titik api baru yang membahayakan kelangsungan ekosistem flora dan fauna dilindungi di dalam kawasan Taman Nasional Way Kambas.

Sebelumnya diberitakan, berdasarkan data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi), pemantauan satelit NASA-NOAA 20 pada 21 Agustus 2026 pukul 14.14 WIB mencatat sebanyak 1.842 titik panas di lima provinsi di Kalimantan.

Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi wilayah dengan jumlah titik panas atau hotspot terbanyak di Kalimantan. Sebanyak 976 titik panas terdeteksi di provinsi tersebut dalam pemantauan satelit pada 21 Agustus 2026.

Dari jumlah tersebut, Kalteng menyumbang lebih dari separuh titik panas yang terdeteksi, yakni 976 titik. Sebanyak 968 titik di antaranya memiliki tingkat kepercayaan sedang (medium confidence), sedangkan delapan titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi (high confidence).

Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak kedua, yakni 489 titik. Jumlah tersebut terdiri dari 487 titik dengan tingkat kepercayaan sedang dan dua titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Selanjutnya, Kalimantan Timur mencatat 237 titik panas, disusul Kalimantan Selatan sebanyak 125 titik dan Kalimantan Utara sebanyak 15 titik. Seluruh titik panas di ketiga provinsi tersebut terpantau dengan tingkat kepercayaan sedang.

Tingginya jumlah titik panas tersebut menjadi perhatian di tengah penguatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

BNPB saat ini memperkuat operasi terpadu karhutla di enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.

Penanganan dilakukan melalui pengerahan satuan tugas darat dan udara di bawah koordinasi pos komando (posko), dengan melibatkan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan terkait.

Untuk operasi udara, BNPB mengerahkan 39 unsur udara di enam provinsi tersebut. Armada yang digunakan terdiri atas helikopter patroli, pesawat pendukung operasi modifikasi cuaca (OMC), serta helikopter water bombing.

Di Kalteng sendiri, satgas udara diperkuat satu unit helikopter patroli, satu unit OMC, dan empat unit helikopter water bombing.

Pengerahan unsur udara ditujukan untuk memperkuat pemantauan dari udara, mendukung deteksi titik panas, membantu proses pemadaman, serta mempercepat intervensi pada wilayah yang membutuhkan dukungan udara.

Patroli udara dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan. Sementara itu, water bombing digunakan untuk membantu pemadaman pada lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat atau membutuhkan dukungan tambahan dari udara.

Adapun OMC diselenggarakan dengan mempertimbangkan kondisi pertumbuhan awan serta kebutuhan penanganan di wilayah prioritas.

BNPB juga mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta menetapkan status siaga atau tanggap darurat sesuai dengan perkembangan ancaman karhutla di wilayah masing-masing.

Data titik panas menjadi salah satu rujukan dalam pemantauan perkembangan potensi karhutla dan penentuan kebutuhan penanganan di lapangan. Namun, titik panas yang terdeteksi satelit tidak serta-merta menunjukkan adanya kebakaran hutan dan lahan yang telah terkonfirmasi.

Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan selama periode rawan karhutla dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kejadian kebakaran kepada petugas maupun pemerintah daerah.

Berita ini telah terbit di Surat Kabar Harian Kupas Tuntas edisi Senin 24 Agustus 2026 dengan judul "Taman Nasional Way Kambas Terbakar”

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari