BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -
MESUJI– Musibah kebakaran tragis yang menewaskan dua bocah kakak-beradik di Desa Budi Aji, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Minggu (30/8) dini hari, menjadi alarm keras bagi masyarakat.
Warga diimbau untuk lebih teliti dan waspada memeriksa instalasi listrik sebelum bepergian meninggalkan rumah.
Dua anak yang menjadi korban dalam peristiwa naas tersebut adalah Oktananda Putra Ilham (14) dan adiknya Anindya Putri Ilham (8).
Keduanya menghembuskan napas terakhir setelah terjebak di dalam kamar saat rumah mereka diamuk si jago merah.
Sekretaris Kecamatan Simpang Pematang, Radiansah, mengonfirmasi insiden memilukan tersebut. Ia memastikan pentingnya kewaspadaan ekstra warga terhadap potensi korsleting listrik yang kerap memicu kebakaran hebat saat rumah dalam keadaan kosong.
"Berdasarkan informasi yang kami terima, kedua korban berada di dalam rumah dan tewas terperangkap di kamar, sementara orang tua mereka sedang tidak berada di lokasi," ungkap Radiansah.
Atas kejadian ini, pihak kecamatan mengingatkan seluruh warga agar tidak abai terhadap keamanan alat elektronik dan jaringan listrik di rumah masing-masing.
"Kami menghimbau masyarakat untuk selalu memastikan kondisi listrik dan peralatan elektronik dalam keadaan aman, khususnya ketika hendak meninggalkan rumah. Jangan sampai kejadian tragis seperti ini terulang kembali," tegasnya.
Ditinggal Orang Tua, Terjebak Saat Tidur Pulas
Kebakaran rumah berukuran 8 x 12 meter milik pasangan Ilham Purnomo (48) dan Nurhayati ini pertama kali diketahui warga sekitar pukul 02.44 WIB. Saat kejadian, api dengan cepat membesar dan mengancam bangunan ruko yang berdiri tepat di sampingnya.
Kepala Satpol PP, Damkarmat Mesuji, Ronal Nasution menjelaskan, pihaknya menerima laporan melalui Call Center 112 dari Kepala Desa Budi Aji, Nurul, dan langsung menerjunkan tim gabungan bersama BPBD.
"Petugas tiba di lokasi pukul 03.01 WIB dan langsung melakukan penanganan. Di tengah kobaran api dan asap pekat, tim berupaya melakukan evakuasi karena mendapat informasi ada dua anak di dalam kamar," jelas Ronal.
Sayang, nyawa kedua bocah yang diduga sedang tertidur pulas itu tidak dapat diselamatkan. Petugas menemukan keduanya dalam kondisi sudah meninggal dunia di dalam kamar.
Diduga Korsleting Listrik, Rugi Ratusan Juta
Proses pemadaman hingga pendinginan menyedot sekitar tiga tangki air dan baru selesai total sekitar pukul 06.00 WIB. Petugas berhasil mengisolasi kobaran api sehingga dua unit ruko di sekitarnya selamat dari bahaya kebakaran.
Dugaan sementara, api dipicu arus pendek atau korsleting listrik pada bangunan rumah. Meski demikian, kepolisian dan pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Akibat musibah ini, kerugian materil diperkirakan mencapai Rp300 juta. jajaran Pemkab Mesuji dan petugas lapangan menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban atas musibah berat yang menimpa.